Ini Deretan Prospek Kerja Lulusan Teknik Industri

Last update on .

Di Indonesia, prospek kerja Teknik Industri menawarkan banyak pekerjaan yang bisa dicoba lulusannya. Keahlian mengkalkulasi data serta mengoperasikan beragam software menjadi alasan utama kenapa prospek kerja Teknik Industri masih tinggi. Seperti program studi lainnya, ilmu Teknik Industri juga memiliki beberapa cabang yang bisa dipilih sesuai dengan yang diminati mahasiswa.

 

Mulai dari Manajemen Industri yang lebih menekankan kepada pemanfaatan nilai sistem sebuah bisnis agar lebih efisien dan efektif beroperasi yang bertumpu pada manajemen sumber daya insani. Tujuannya agar bisa beradaptasi dengan lingkungan yang terus berubah setiap waktunya. Kemudian ada Sistem Industri dan Tekno Ekonomi yang mendalami logika program, riset operasional, statistika dan sistem basis data, untuk membahas penambahan mutu sistem integral dari teknologi, informasi, tenaga kerja, bahan baku yang berhubungan dengan masyarakat, pemerintah, serta pelaku usaha.

 

Sedangkan Sistem Manufaktur lebih mendorong kepada mahasiswa untuk memahami tentang proses produksi suatu barang atau produk yang bisa diukur melalui kuantitas. Tujuannya agar proses produksi bisa berjalan seefektif mungkin. Itulah tiga peminatan umum yang ada di jurusan Teknik Industri. Selanjutnya, mari simak sejumlah prospek kerja Teknik Industri dalam artikel ini.

 

Quality Control

 

Prospek kerja Teknik Industri yang dapat Anda coba adalah menjadi staf Quality Control. Tugas utama yang diberikan adalah, untuk menjaga mutu produk yang diproduksi di sebuah pabrik atau tempat pembuatan. Beberapa industri yang membutuhkan tenaga kerja ini adalah pembuatan kertas, minyak kelapa sawit, dan besi serta baja.

 

Operational Logistic

 

Bisnis logistik membutuhkan perhitungan dan skema operasional yang efisien agar usahanya bisa berjalan dengan sehat. Karena itu, wajar saja jika banyak perusahaan logistik banyak mencari lulusan Teknik Industri di lini usahanya, salah satu posisinya adalah operational logistic.

 

Cost and Budget Control

 

Selanjutnya, Anda juga dapat menjadi pegawai yang tugasnya mengatur pengeluaran. Namun, bukan di posisi finansial, melainkan Cost and Budget Control. Perbedaannya adalah, Anda lebih banyak menghitung tentang ongkos produksi sebuah komoditas yang biasanya dilakukan dalam sebuah pabrik.

 

Project Analyst

 

Pekerjaan utama seorang project analyst adalah menganalisis keuntungan dan kerugian dari sebuah proyek yang akan dilakukan perusahaan. Setelah menganalisis, Anda harus mengolah data tersebut untuk dipertimbangkan kepada pihak manajemen perusahaan.

 

Health, Safety & Enviroment

 

Selain Project Analyst, Anda juga dapat bekerja di bagian yang identik dengan proyek, yaitu menjadi Health, Safety dan Enviroment. Tugas utamanya ialah menganalisis sebuah proyek dari sisi kesehatan, keamanan dan juga dampak lingkungan terhadap pekerja, juga masyarakat sekitar.