Fresh Graduate Harus Hindari Pengelolaan Keuangan

Last update on .

Seorang lulusan baru atau fresh graduate biasanya akan merasa amat senang jika sudah masuk kerja dan menerima gaji pertamanya. Perasaan gembira ini sangat wajar, namun sangat disayangkan banyak dari fresh graduate yang kerepotan mengelola keuangan di awal mereka bekerja dan menerima gajinya.

 

Dari sini maka mereka pun harus kembali bersusah payah menjalani hidupnya untuk bisa terus menyambung hidup tanpa pandangan masa depan finansial yang jelas. Penyebab dari semua ini tentu saja adalah kesalahan pengelolaan keuangan. Untuk itulah seorang fresh graduate seharusnya bisa menghindari beberapa kesalahan dalam mengelola keuangan berikut ini.

 

Lalai Menyiapkan Anggaran Keuangan

 

Kesalahan pertama seorang fresh graduate dalam mengelola keuangan adalah tidak menyiapkan anggaran keuangan. Perlu diketahui bahwa setelah masa bekerja Anda akan membutuhkan banyak hal yang memerlukan pengeluaran. Dari sinilah seharusnya para fresh graduate bisa menghemat uang atau penghasilan yang diterima. Gaji pertama yang ada pastikan tidak dibelanjakan untuk keperluan yang tidak penting seperti membeli ponsel baru, kuliner atau liburan.

 

Membeli kesenangan pribadi ini memang sering muncul pada para fresh graduate yang menerima gaji pertama. Tak jarang mereka para fresh graduate ini juga mentraktir teman-temannya setelah menerima gaji pertama. Langkah berfoya-foya seperti itu merupakan sebuah kesalahan bagi fresh graduate yang belum stabil finansialnya. Maka dari itu para ahli finansial menyarankan lebih baik para fresh graduate ini menggunakan gaji pertamanya untuk menyiapkan anggaran keuangan.

 

Anggaran keuangan ini bisa disiapkan dengan skema 50/20/30. Skema ini sendiri memiliki arti 50 persen dari pendapatan disarankan untuk dialokasikan ke pengeluaran primer, seperti membeli makan hingga membayar tagihan, 20 persen untuk tabungan, dan 30 persen bisa digunakan untuk keperluan lain.

 

Membeli Rumah Terlalu Cepat

 

Selanjutnya, kesalahan pengelolaan keuangan yang harus dihindari fresh graduate adalah membeli rumah sebelum menyanggupinya. Rumah memang penting untuk masa depan dan investasi. Apalagi bagi pasangan baru, rumah tentu akan menjadi nilai tersendiri saat memilikinya. Namun jika Anda sebagai fresh graduate memaksakan diri membeli rumah, walau itu bersifat kredit seperti KPR, maka hal ini bisa membuat finansial Anda terbebani lebih besar.

 

Terlebih lagi jika Anda membayar uang muka (DP) kecil untuk rumah KPR ini maka bebannya akan semakin besar. Sebab semakin kecil DP KPR yang dibayarkan, maka semakin besar uang cicilan yang perlu dibayarkan. Jangan lupakan juga bahwa kepemilikan rumah ini juga membutuhkan beberapa biaya lain seperti pajak, perawatan, hingga dekorasi. Jauh lebih baik Anda gunakan dulu uang yang ada untuk keperluan yang lebih produktif, seperti bisnis dan investasi.

 

Kurang Memahami Gaji Utuh yang Diterima

 

Lalu, kesalahan yang dilakukan fresh graduate dalam pengelolaan keuangan adalah tidak memahami gaji utuh yang diterima. Take home pay atau gaji yang dibawa pulang seorang pekerja seringkali sudah dipotong dengan beberapa item seperti pajak. Dari sinilah seharusnya Anda memahami ketika penawaran kontrak kerja dengan HRD atau pemilik perusahaan. Tanyakan apakah gaji yang ditawarkan tersebut sudah bersih atau masih kotor sehingga harus dipotong dengan item-item tertentu.