Pahami Perbedaan Karyawan dan Pengusaha Melalui Karakternya

Last update on .

Pernah merasa letih bekerja dan berpikir untuk menjadi pengusaha? Sebaiknya Anda ketahui dulu sejumlah perbedaan karakter antara karyawan dan pengusaha agar tak salah pilih ke depannya. Sebagai awalan, karakter seseorang bisa terlihat dari bagaimana dia yang sibuk mencari pekerjaan di job fair atau portal lowongan pekerjaan online dan dia yang sibuk belajar mencari informasi demi bisa merintis perusahaan idamannya.

 

Dari kedua karakter di atas, terlihat ada perbedaan pada diri seseorang dalam meraih impian. Selain jalan pikiran yang berbeda, terdapat hal lainnya yang mewakili karakter pengusaha dan karyawan. Mari simak beberapa  perbedaan karakter antara pengusaha dan karyawan berikut ini.

 

Karyawan melatih kelemahan, pengusaha melatih kelebihan

 

Dalam dunia kerja kita diarahkan untuk bisa melakukan berbagai macam tugas agar lebih efisien. Caranya, dengan melatih suatu hal yang sebelumnya kita kurang kuasai supaya bisa dikerjakan. Sebaliknya, di dunia usaha para pelaku bisnis akan mengembangkan apa yang menjadi kelebihan dari diri mekeka sendiri. Dengan begitu produk atau jasa yang dijual bisa semakin berkembang.

 

Karyawan berusaha perfeksionis, pengusaha berusaha bangkit

 

Karyawan yang bekerja di suatu perusahaan akan terus diawasi oleh atasan mereka untuk meminimalkan terjadinya kesalahan. Karena jika tidak, akan berpengaruh terhadap performa keseluruhan tim. Sedangkan dalam diri seorang entrepreneur ditanamkan rasa untuk mau mencoba dan tidak takut buat gagal. Karena, lebih baik gagal daripada tidak mencoba sama sekali.

 

Karyawan seorang multitasking, pengusaha monotasking

 

Jika dihadapkan pada suatu pilihan, umumnya para karyawan akan mencoba ke hal yang lebih menarik karena mereka takut kesempatan tersebut tidak akan datang kembali. Bagi wirausahawan fokus pada yang sedang dikerjakan lebih penting dibandingkan mencoba hal yang belum tentu berhasil baginya.

 

Karyawan merasa terancam dengan orang pintar, pengusaha merekrutnya

 

Dalam sebuah korporasi yang ketat, sudah pasti seleksi alam akan terjadi pada suatu saat. Karena yang pintar akan tergeser dengan yang lebih pintar. Tentu ini bakal menjadi ancaman bagi siapa pun, termasuk yang pintar. Jika karakternya diubah menjadi seorang pebisnis, pasti kita akan mencari orang yang lebih pintar dari sebelumnya guna menghasilkan sesuatu secara lebih produktif.

 

Karyawan mencari keseimbangan hidup, pengusaha menghindarinya

 

Untuk beberapa orang keseimbangan hidup antara pekerjaan dan kehidupan pribadi adalah sesuatu yang tidak bisa ditolerir lagi. Pasalnya, jika waktu bekerja udah melampaui batas bisa menyebabkan produktivitas bekerja jadi berkurang. Lebih parahnya lagi bisa mengakibatkan stres bahkan depresi. Tapi kalau Anda adalah seorang yang tidak punya masalah dengan keseimbangan hidup mungkin menjadi seorang pebisnis adalah jawabannya. Seorang pebisnis justru percaya bahwa kesulitan yang dihadapi merupakan sebuah konsekuensi atas apa yang dipilih.

 

Karyawan mengincar jenjang karir, pengusaha mengejar peningkatan bisnis

 

Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik salah satu cara bagi seorang karyawan ialah dengan bekerja keras mendapatkan jenjang karir. Pola pikir seperti itu sudah pasti akan tertanam dalam dirinya. Sedangkan bagi pelaku usaha mereka akan mencari cara bagaimana bisnis yang dijalani mampu terus berkembang. Caranya bukan cuma dengan bekerja keras, tapi juga melahirkan ide yang kreatif dan inovatif.