Tiga Kunci Utama Merintis Wirausaha Menurut Yasa Singgih

Last update on .

Salah satu prinsip awal dalam membangun bisnis adalah menjunjung tinggi kepercayaan orang pada bisnis yang dibangun. Integritas adalah nilai yang harus dibangun. Naik turunnya bisnis adalah hal biasa, namun jika seorang entrepreneur memiliki integritas yang baik maka peluang bisnis akan selalu datang.

 

Hal tersebut disampaikan Co-Founder & CEO Fortius Yasa Singgih. Mengenai pengalamannya membangun bisnis, Yasa Singgih telah membangun bisnis sejak usia 16 tahun dengan niat untuk mandiri karena tuntutan keluarga yang saat itu masih hidup dalam kekurangan. Ia sadar bahwa keluarganya tidak memiliki latar belakang bisnis, sehingga dengan modal nekat ia pun memulai bisnisnya dari bawah.

 

“Saat usia 16 tahun saya memulai bisnis dengan sederhana, hanya jual beli barang-barang yang saya dapat dari pasar. Namun, ternyata the power of ‘kepepet’ ini bisa menciptakan bisnis yang konsisten dan kini sudah berkembang selama 10 tahun,” kenang Yasa.

 

Menurut Yasa untuk menjadi entrepreneur setidaknya ada tiga kunci yang dibutuhkan, yaitu:

 

Keberanian

 

Untuk memulai memang butuh keberanian, namun untuk mengembangkan bisnis keberanian saja tidak cukup, tetap harus ada rencana bisnis yang solid agar bisnis berkelanjutan

 

Strategi

 

Pengetahuan yang memadai dibutuhkan sebagai dasar mencapai tujuan. Maka dari itu, jika ada pemahaman bahwa pendidikan atau sekolah tidak diperlukan untuk membangun bisnis, hal ini adalah anggapan yang keliru menurut Yasa. Bagaimanapun juga pendidikan dan pengetahuan merupakan modal awal dalam merancang bisnis yang baik.

 

Konsistensi

 

Ketekunan dalam menjalankan usaha sangat diperlukan. Jika ingin melakukan ekspansi atau diversifikasi bisnis, dapat dilakukan setidaknya lima tahun setelah konsisten menekuni 1 industri. Usahakan juga diversifikasi bisnis ke industri yang masih satu DNA dengan core business.

 

Banyaknya kesalahan yang dilakukan di saat awal merintis usaha menjadi pembelajaran yang berharga bagi Yasa. Salah satunya ia menekankan juga pentingnya menguasai pengetahuan finansial sebelum terjun ke dunia bisnis. Kesalahan dan kerugian terbesar dalam bisnis justru datang karena ketidaktahuan pemilik bisnis dalam membaca laporan keuangan.