Ayo Kenali Tujuan On The Job Training

Last update on .

Istilah On The Job Training atau OJT mungkin pernah Anda dengar, namun tak jarang juga yang belum memahami artinya. OJT ialah bentuk pelatihan yang diberikan perusahaan untuk meningkatkan keterampilan khusus, kebiasaan kerja, dan sikap karyawan. Biasanya OJT diselenggarakan untuk karyawan yang terbilang baru bergabung di perusahaan.

 

Di dunia perkantoran terdapat dua istilah yang hampir mirip, yakni On The Job Training dan Off The Job Training. Seringkali orang berpikir dua istilah tersebut sama, padahal dari segi lokasi, materi training, pemateri hingga biaya yang dikeluarkan sangat berbeda.

 

Pelaksanaan off the job training biasanya dilakukan di luar kantor. Sedangkan OJT dilakukan di kantor dan fokus pada praktek kerja. Materi yang disampaikan juga berbeda. Bila OJT terfokus pada praktek langsung untuk meningkatkan kompetensi karyawan, maka off the job training lebih menekankan pada teori pekerjaan.

 

Selain sering disalahartikan dengan off the job training, OJT juga sering disamakan dengan magang. Padahal keduanya sangat jauh berbeda. Magang biasanya dilakukan oleh pelajar atau mahasiswa untuk mendapat pengetahuan melalui praktik langsung. Magang juga menjadi langkah untuk menerapkan teori yang diperoleh di kampus.

 

OJT adalah pelatihan untuk karyawan berbentuk praktik kerja langsung. Dengan kata lain, OJT menjadi model pelatihan bagi karyawan baru dalam masa training mengenal job desk-nya. Melalui OJT karyawan akan mengenal pekerjaannya secara langsung. Sifat dari training selama bekerja adalah ‘learning by doing’. Biasanya karyawan baru ini mendapat arahan dari karyawan senior atau penanggung jawab dari divisi terkait.

 

Masa OJT setiap perusahaan berbeda-beda. Umumnya, perusahaan menerapkan selama satu hingga tiga bulan. Sampai akhirnya karyawan baru bisa dilepas sendiri menekuni job desk-nya. OJT menjadi salah satu jalan bagi perusahaan memberikan arahan dan pembelajaran bagi pegawai baru untuk mengenal pekerjaannya.

 

Melalui OJT ini pula, perusahaan bisa menilai kualitas karyawan yang terbentuk dari pelatihan kerja tersebut. Sehingga bisa membuat keputusan apakah akan melanjutkan atau memberhentikan calon karyawan tersebut.

 

Dalam penerapan pelatihan kerja tersebut memiliki tujuan untuk mengajarkan dan mengembangkan keterampilan bekerja. Selain itu juga membentuk sikap pegawai hingga mampu melaksanakan tanggung jawabnya sesuai dengan standar perusahaan. Berikut ialah beberapa tujuan pelaksanaan training kerja.

 

Knowledge. Adanya pelatihan kerja atau OJT untuk melatih calon pegawai mendapat pengetahuan yang cukup. Hingga akhirnya dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.

 

Skill. Melalui OJT diharapkan karyawan dapat mengasah kemampuan atau keterampilan yang dibutuhkan di posisi yang telah ditentukan.

   

Attitude. Pelatihan kerja bagi karyawan baru ini bertujuan membentuk sikap. Sehingga dalam melaksanakan tugasnya, karyawan baru tersebut bisa sesuai dengan standar perusahaan.

 

Bagi perusahaan, pelaksanaan OJT bisa untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Adanya OJT ini tidak hanya menguntungkan bagi perusahaan, tapi juga berpihak pada karyawan. Karena mampu menjadikan karyawan lebih kompeten di bidang pekerjaannya.