Begini Cara Kerja Forecasting dalam Berbisnis

Last update on .

Teknik yang memanfaatkan data riwayat masa lalu untuk mengestimasi arah tren bisnis di masa depan lazim disebut forecasting. Bisnis memanfaatkan forecasting untuk menentukan bagaimana mengalokasikan anggaran atau rencana untuk mengantisipasi biaya produksi di masa depan. Sehingga forecasting dapat menjadi sarana perusahaan memutuskan tindakan selanjutnya dalam menjalankan bisnisnya.

 

Investor memanfaatkan forecasting untuk menentukan apakah suatu kondisi berdampak terhadap perusahaan. Misalnya apakah ekspektasi penjualan akan meningkatkan atau mengurangi harga saham dalam perusahaan. Forecasting juga menjadi tolok ukur penting bagi perusahaan. Bisnis harus memiliki proyeksi operasional jangka panjang.

 

Analis dapat memanfaatkan forecasting untuk menganalisis dampak potensial suatu perubahan pada operasional bisnis. Sebagai contoh, data yang dikumpulkan dapat mengenai kepuasan konsumen dengan perubahan jam layanan. Contoh data lain yang dapat dikumpulkan adalah bagaimana produktivitas karyawan berubah seiring dengan situasi kerja tertentu.

 

Terdapat beberapa hal yang memengaruhi forecasting, yaitu tingkat persaingan, sifat produk, dan riwayat data. Berikut penjelasan yang akan Karirgogo.com paparkan untuk Anda:

 

Tingkat Persaingan

 

Perusahaan harus mengetahui kompetisi di pasar dan rivalnya. Aspek yang harus diketahui adalah posisi perusahaan jika disandingkan dengan kompetitor. Apakah perusahaan Anda mendominasi? Atau justru kalah dari kompetitor? Hal ini harus Anda perhitungkan baik-baik.

 

Sifat Produk

 

Perusahaan harus mengenali bagaimana sifat produk yang dihasilkannya. Apakah produk tersebut dapat bertahan dalam kompetisi atau tidak?

 

Riwayat Data

 

Yang dimaksud adalah segala data historis masa lalu yang dikumpulkan dalam proses forecasting. Data yang dikumpulkan minimal mulai lima tahun yang lalu.

 

Selanjutnya, dalam melakukan forecasting dalam bisnis Anda, ada dua metode yang digunakan untuk memprediksi masa depan, yakni metode kualitatif dan metode kuantitatif.

 

Metode Kualitatif

 

Metode ini juga disebut judgmental method. Forecasting kualitatif menawarkan hasil subjektif, karena di terdiri dari penilaian pribadi oleh analis atau forecaster. Forecast yang dihasilkan seringkali bias karena didasarkan pada pengetahuan, intuisi, dan pengalaman analis itu sendiri. Forecast kualitatif tidak didasarkan pada data dan menggunakan proses non-matematis. Kekurangan metode ini yaitu kemungkinan kurang akurat.

 

Metode Kuantitatif

 

Dalam metode ini digunakan proses matematis. Hal ini membuat hasilnya lebih konsisten dan objektif. Metode kuantitatif menghindarkan hasil yang berdasarkan opini dan intuisi. Namun memanfaatkan banyak data yang kemudian ditafsirkan.