Cara Mengubah Fixed Mindset Jadi Growth Mindset

Last update on .

Ada waktunya ketika kita merasa kegagalan tidak bisa dielakkan dan tidak ada yang dapat kita lakukan untuk mengubah konsekuensinya. Kita semua sudah pernah mengalami takut gagal pada satu titik di hidup kita. Kenyataannya adalah kita tidak pernah tahu pasti apakah kita akan gagal.

 

Meskipun begitu, kadang ada waktunya kita merasa lebih baik tidak melakukan apa-apa daripada mencoba dan gagal. Rasa takut akan kegagalan adalah kepercayaan untuk membatasi diri, yang terjadi karena adanya fixed mindset. Apa itu fixed mindset? Seseorang yang memiliki fixed mindset berasumsi bahwa kecerdasan dan kemampuan sifatnya relatif serta merupakan keturunan.

 

Mereka melihat kompetensi sebagai kualitas bawaan, sesuatu yang dibawa sejak lahir dan tidak dapat dikembangkan di kemudian hari. Sedangkan, growth mindset adalah kebalikan dari fixed mindset. Dalam growth mindset, seseorang percaya akan pengembangan diri.

 

Kalau Anda masih menggunakan pola pikir fixed mindset di dunia kerja, mungkin Anda tidak suka menghadapi tantangan atau merasa selalu bekerja terlalu keras. Namun dengan meyakini bahwa kemampuan Anda tidak bisa diubah, Anda justru menjadi orang yang stagnan.

 

Memang sulit mendeteksi fixed mindset. Pasalnya terkadang kita merasa berada di zona nyaman dengan menjalani pemikiran dan pola hidup yang sama. Sehingga hal ini dapat berpengaruh pada karier Anda dalam jangka waktu panjang. Hal ini membuat Anda tertatih-tatih dalam karier dan tujuan hidup.

 

Namun, setiap orang memiliki kekuatan untuk mengubah mindset ke arah yang lebih baik. Perubahan dapat dimulai dari bagaimana Anda melakukan manajemen diri untuk mengambil kesempatan menjadi pemimpin, bahkan jika Anda mendapat banyak kritik. Mindset Anda banyak dipengaruhi tentang bagaimana anda berinteraksi dengan orang lain.

 

Bukan mustahil untuk menjadi orang yang selalu open minded. Sebab, situasi berbeda mungkin memaksa Anda menjadi seseorang dengan fixed mindset. Belajarlah untuk melihat dari perspektif dan situasi lain. Ketika Anda fokus pada belajar bukan pada performa, Anda memilih prosesnya. Selalu perhatikan dan ulas kembali proses agar dapat menemukan perkembangan Anda.

 

Kegagalan mungkin terasa seperti akhir dari segalanya. Namun kegagalan berarti ada kemungkinan untuk belajar dan bertumbuh. Manfaatkan kegagalan dengan mengulas kembali, cari tahu apa yang kurang dari proses Anda. Lalu buatlah rencana untuk mengatasi kesalahan Anda.

 

Anda tidak mungkin mampu mengubah mindset dalam waktu sehari. Semuanya adalah proses berkelanjutan yang membutuhkan kesabaran dan keteguhan. Tanyakan kepada diri Anda setiap harinya untuk merefleksikan segala tindakan Anda. Langkah tersebut membuat kita menyadari bahwa pikiran memiliki kekuatan dan Anda dapat mengontrolnya. Percayalah pada diri Anda dan selalu mengembangkan diri. Selamat mencoba!