Perhatikan Sejumlah Hal Sebelum Dibajak Perusahaan Lain

Last update on .

Seiring ketatnya persaingan dunia profesional, sekarang banyak pegawai berprestasidari sebuah perusahaan yang dibajak oleh perusahaan lain. Ketatnya kompetisi antar perusahaan telah menimbulkan berbagai strategi perlawanan yang walaupun terkesan kurang etis namun terasa wajar. Jadi apa yang harus dilakukan ketika ternyata Anda mau dibajak oleh perusahaan lain? Ayo simak seperti apa saja langkahnya jika menghadapi situasi ini.

 

Setelah bertahun-tahun berdedikasi, kualitas kerja Anda yang cemerlang akan terdengar dan masuk ke radar berbagai perusahaan lain. Kondisi seperti ini yang akan menjadikan Anda target pembajakan dari perusahaan lain, terlebih oleh perusahaan kompetitor. Biasanya intrik-intrik ini datang secara perlahan. Mulai dari email, percakapan ringan di telepon, dan berujung di pertemuan singkat saat makan siang.

 

Perbincangan yang awalnya sekadar tegur sapa, akan beralih ke diskusi posisi baru dan tawaran pekerjaan. Berbagai tawaran yang menggiurkan akan datang secara bergiliran. Mulai dari fasilitas yang akan didapat hingga jabatan yang lebih tinggi, semua akan dituangkan dalam kontrak persetujuan. Ada beberapa hal yang harus Anda pertimbangkan sebelum tergiur tawaran perusahaan lain.

 

Pertimbangkan semua tawaran

 

Hal pertama yang harus Anda evaluasi ketika hendak dibajak oleh perusahaan lain adalah tawaran yang akan mereka berikan. Apakah semua tawaran akan membawa Anda kepada tujuan jangka panjang karir? Coba diskusikan hal ini dengan orang-orang terdekat, seperti keluarga. Bila memungkinkan, temui calon anggota tim baru dan perhitungkan semua kelebihan dan kekurangan mereka.

 

Perusahaan yang merekrut Anda belum tentu lebih baik

 

Coba buka pikiran Anda dan pertimbangkan hal ini. Biasanya, alasan seseorang dibajak perusahaan lain adalah karena perusahaan tersebut tidak memiliki bakat atau proses yang jitu untuk mengembangkan kemampuan seseorang guna mengisi sebuah posisi. Di sisi lain, perusahaan Anda saat ini adalah tempat yang telah menyediakan berbagai sumber daya yang sudah membantu Anda untuk membangun dan membuat kinerja Anda semakin berkualitas.

 

Iming-iming gaji dan posisi tinggi

 

Gaji dan jabatan tinggi belum tentu membuat Anda betah bekerja. Karena gaji yang baik bila tidak didukung beragam faktor pendukung lainnya maka akan terasa sia-sia. Bisa saja budaya perusahaan baru Anda ternyata kurang menyenangkan dan tidak sesuai dengan kepribadian yang sudah lama terbentuk di kantor lama. Tanpa disadari pun budaya kerja yang kurang kondusif dapat menjadi racun untuk para karyawan. Terlebih bila tawaran gaji dan jabatan tersebut hanyalah sebuah pancingan agar Anda mudah tertarik.

 

Laporkan pada perusahaan Anda

 

Ketika Anda merasa sedang dibajak oleh perusahaan lain adalah untuk segera melaporkannya pada atasan. Bisa saja perusahaan yang sedang merekrut Anda sedang melanggar aturan yang sudah ditetapkan dengan perusahaan Anda saat ini. Langkah ini berguna untuk mencari tahu bagaimana reaksi perusahaan terhadap berita bahwa Anda sedang dibajak kompetitor. Membuka jalur komunikasi adalah cara terbaik untuk menghindari konflik dengan atasan Anda.

 

Periksa kembali kontrak kerja

 

Hal terakhir yang perlu dipertimbangkan adalah kontrak kerja dengan perusahaan saat ini. Ada beberapa klausa perjanjian yang melarang karyawan untuk bekerja di bawah naungan perusahaan kompetitor. Perjanjian tersebut adalah non-Competition clause dan klausul kerahasiaan.

 

Non-Competition clause adalah perjanjian bahwa karyawan tidak akan bekerja untuk perusahaan yang dianggap sebagai pesaing atau bergerak pada bidang usaha yang sama untuk periode atau jangka waktu tertentu. Sedangkan, klausul kerahasiaan, melarang karyawan untuk membuka informasi mengenai segala strategi dan perkembangan perusahaannya. Bila di kontrak kerja terdapat dua klausa ini, maka Anda tidak dapat bekerja untuk perusahaan kompetitor.