Langkah Menabung Ini Merupakan Cara Hidup Hemat

Last update on .

Setiap orang pasti memiliki cara hidup hemat yang berbeda-beda, tergantung dengan kondisinya sehingga lebih sesuai. Anda juga bisa menerapkan cara yang sudah dilakukan kebanyakan orang, seperti berhemat ala orang Jepang, mahasiswa dan lain sebagainya, tapi tetap harus disesuaikan terlebih dulu.

 

Hemat terkadang disalahartikan sebagai pelit. Padahal keduanya memiliki makna yang berbeda. Hemat bukan berarti pelit, tapi kita diajarkan untuk lebih mempertimbangkan dan memperhitungkan pengeluaran agar tidak menyusahkan kita di kemudian hari. Jika kita tidak terbiasa berhemat, bisa saja kita terjerat utang yang banyak.

 

Untuk itu, berhemat harus diajarkan sedini mungkin sebelum kita mengenal gaya hidup di saat dewasa. Banyak cara hidup hemat yang bisa dilakukan untuk berhemat dan salah satunya adalah dengan menabung. Sedari kecil kita sudah harus melatih diri untuk menabung, berapapun uang yang dimiliki.

 

Dulu, mungkin kita hanya mengenal metode menabung konvensional, seperti menyimpannya di celengan. Tapi, seiring dengan waktu, kita bisa menabung di koperasi, bank atau lembaga keuangan lainnya. Bagi Anda yang ingin melakukan cara hidup hemat, maka harus mengenal metode menabung yang sering dilakukan.

 

Metode 50% - 30% - 20%

 

Salah satu cara hidup hemat adalah dengan menerapkan metode menabung 50% - 30% - 20% sebagai pos-pos pengeluaran. Lebih mudahnya, kita membagi pemasukan yang ada dengan rasio 5:3:2 untuk biaya hidup, menabung dan hiburan. Semua harus memiliki alokasi dana yang sesuai dan pas dengan kebutuhan.

 

Cara hidup hemat dengan metode menabung ini membuat biaya hidup paling besar dibanding alokasi dana lainnya, yaitu sebesar 50%. Baru kemudian, alokasi terbesar kedua yaitu 30% untuk keperluan menabung dan yang terakhir adalah 20% yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hiburan, seperti menonton film.

 

Jika Anda ingin berhasil dalam menerapkan cara hidup hemat ini, maka Anda harus disiplin dan yang paling penting adalah mengetahui pemasukan Anda setiap bulannya. Bagi pekerja atau karyawan dengan gaji bulanan mungkin akan lebih mudah, tapi tidak untuk bayaran mingguan atau harian karena harus memastikannya.

 

Misalnya dalam satu bulan Anda mendapatkan gaji sebesar 3 juta, maka Anda memiliki dana sebesar Rp1,5 juta untuk memenuhi keperluan sehari-hari, seperti untuk makan, transportasi dan tagihan bulanan. Untuk hiburan, Anda bisa menghabiskan uang Rp600 ribu dan kemudian sisanya, yaitu sebesar Rp900 ribu ditabung.

 

Plot alokasi dana ini bisa lebih ditekan agar pengeluaran semakin berkurang, apalagi jika Anda ingin menerapkan cara hidup hemat. Misalnya di saat pandemi seperti sekarang ini, maka Anda bisa menekan biaya untuk hiburan menjadi Rp300 ribu dan kemudian memasukkan sisanya ke dalam tabungan.

 

Metode Menabung Fleksibel

 

Jika Anda merasa kurang sesuai dengan metode menabung pertama, maka Anda bisa menyimak metode menabung fleksibel yang mungkin cocok dengan kebutuhan dan kondisi keuangan Anda. Dengan metode menabung di atas, Anda memiliki Rp1,5 juta untuk biaya hidup namun hal ini akan sulit jika Anda tinggal di kos-kosan atau kontrakan. Tentu saja, biaya hidup yang diperlukan saat merantau lebih banyak, meskipun Anda tetap harus menerapkan cara hidup hemat dalam sehari-hari.

 

Jika sulit bagi Anda untuk menyisihkan uang sebanyak itu untuk ditabung, maka Anda bisa menerapkan metode menabung fleksibel agar lebih mudah. Anda dapat mengalokasikan dana sebesar 75% untuk pengeluaran dan 25% untuk ditabung. Jadi, Anda bisa menggunakan dana pengeluaran untuk berbagai kebutuhan yang diperlukan.

 

Misalnya Anda memiliki gaji bulanan Rp3 juta, maka Anda bisa menggunakan Rp2,25 juta untuk keperluan sehari-hari, baik itu makan, transportasi, tagihan listrik, pulsa, menonton bioskop dan lain sebagainya. Kemudian, sisanya, yaitu Rp750 ribu bisa Anda sisihkan untuk ditabung sebagai cara hidup hemat.

 

Alokasi Ketat 5% - 10% - 10% - 15% - 60%

 

Metode ini sangat cocok bagi Anda yang ingin mengetahui pemasukan dan pengeluaran secara terperinci atau detail. Diperlukan disiplin untuk selalu melakukan pencatatan agar lebih mudah melakukan evaluasi. Secara berurutan, skema 5% - 10% - 10% - 15% - 60% sebagai alokasi dana pengeluaran untuk kebutuhan sosial, dana darurat atau asuransi, gaya hidup, tabungan dan biaya hidup. 

 

Misalnya saja, Anda memiliki gaji Rp3 juta setiap bulan, maka Anda bisa menyisihkan 5%, yaitu Rp150 ribu untuk kebutuhan sosial, seperti sedekah. Kemudian, 10% pertama atau Rp300 ribu untuk dana darurat atau asuransi, seperti membayar BPJS atau asuransi kesehatan lain yang mungkin Anda miliki.

 

Setelah itu, 10% yang lain bisa digunakan untuk gaya hidup, seperti hangout bersama teman-teman, membeli pakaian, liburan dan lainnya. Untuk alokasi dana 15%, yaitu Rp450 ribu disisihkan untuk tabungan. Sisanya, yaitu 60% atau Rp1,8 juta digunakan untuk biaya hidup sehari-hari, tapi dengan cara hidup hemat.