Hindari Konsumtif Usai Mendapat Bonus

Last update on .

Biasanya tak sedikit pegawai yang cenderung konsumtif seusai mendapatkan bonus dari perusahaannya. Hal ini merupakan kebijakan dari masing-masing perusahaan tertentu. Bonus ini diberikan sesuai dengan evaluasi kerja selama ini sehingga jumlahnya cukup besar. Lazimnya besaran bonus bisa 1 kali gaji kerja.

 

Bahkan saat performa kerja dan jabatannya bagus, bukan tidak mungkin seseorang bisa mendapatkan bonus hingga 3 kali lipat dari gaji biasanya. Itulah sebabnya bila Anda mendapatkan bonus tersebut, maka jangan lupa bersyukur karena tidak semua orang mampu mendapatkannya. Namun, terkadang beberapa orang seringkali lupa dan menghabiskannya begitu saja.

 

Padahal masih ada banyak hal-hal yang lebih bermanfaat lain. Akibatnya, bonus yang tidak dikelola dengan baik akan habis begitu saja tanpa bekas. Meski tidak masalah bila dipakai untuk sesuatu yang diinginkan selama ini sebagai bentuk apresiasi diri, namun sebaiknya pakai dalam batasan wajar.

 

Prioritaskan Melunasi Utang

 

Utang harus segera dilunasi terlebih dahulu setelah mendapatkan bonus akhir tahun. Jangan ditunda lagi hanya karena ada sesuatu yang ingin dibeli. Membayar utang sampai lunas akan membuat beban Anda berkurang dan hidup semakin tenang, selain itu supaya Anda bisa tidur nyenyak.

 

Utang dan tagihan adalah prioritas utama yang harus diperhatikan setelah mendapat bonus dari kantor. Setelah semua kredit terbayar lunas, barulah kemudian Anda bisa memanjakan diri dari 10 persen uang bonus yang didapatkan. Dengan begitu Anda bisa mengontrol diri supaya tidak terlalu konsumtif.

 

Menyiapkan Dana Darurat

 

Setelah mendapatkan bonus gajian, maka lakukan pengecekan terhadap dana darurat Anda. Jika ternyata masih membutuhkan aliran dana, maka sisihkan dulu bonusnya. Sehingga ketika terjadi kondisi keuangan mendesak, maka Anda masih memiliki dana untuk menyelesaikannya.

 

Mengalokasikan dana itu penting sekali dan bahkan jauh lebih baik daripada menggunakan uang hanya untuk melakukan kegiatan konsumtif seperti berbelanja. Jika perlu siapkan proteksi terhadap aset dan diri sendiri. Kesehatan diri itu termasuk aset paling penting daripada tetap melakukan kebiasaan konsumtif. Jadi melindungi diri dari segala risiko itu penting sekali supaya hidup terasa nyaman. Dengan cara ini Anda bisa semakin produktif melakukan berbagai macam aktivitas.

 

Pikirkan Pentingnya Berinvestasi

 

Bonus jangan hanya dihabiskan untuk kegiatan konsumtif saja, namun pakailah investasi. Investasi adalah cara termudah melipat gandakan dana untuk jangka panjang. Misalnya saja dengan membeli tanah, rumah, atau emas. Jika perlu, Anda bisa mencoba investasi lainnya yang tepat sesuai kebutuhan.

 

Yang paling penting adalah tanam modal pada perusahaan yang terdaftar OJK dan BEI. Selalu cek terlebih dahulu, baru kemudian tentukan besarannya. Karena masing-masing orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun umumnya besaran nilai investasi terbaik itu 10 persen dari penghasilannya. Sedangkan untuk jenisnya bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing.

 

Atur Kas Bonus Tersebut

 

Sikap konsumtif itu sebenarnya bukan masalah besar asalkan Anda tahu bagaimana cara membatasinya dengan baik. Oleh karenanya, saat ada pemasukan, segera kelola dengan baik. Catatlah hal-hal paling kecil antara pemasukan dan pengeluaran.

 

Mencatat arus kas itu penting sekali untuk semua orang agar keuangan lebih seimbang. Pencatatan itu sendiri mulai dari menulis semua tagihan, belanja, tabungan, penghasilan, dan sebagainya. Dengan cara ini akan membuat Anda menjadi lebih hemat dan tidak boros lagi.