Pahami Karir Sebagai Government Relations

Last update on .

Mungkin Anda pernah membaca soal karir public affairs? Atau mungkin government relations (GR) merupakan salah satu pekerjaan yang pernah Anda dengar. Sejatinya, government relations merupakan sebuah proses yang dilakukan oleh seorang ahli public affairs dan meliputi edukasi, baik pada pemerintah maupun perusahaan sendiri. Proses edukasi ini dapat diibaratkan membangun sebuah jembatan.

 

Pemerintah sebagai pembuat kebijakan terkadang kurang memahami bagaimana bisnis dijalankan. Di saat yang sama, perusahaan juga tidak sepenuhnya mengerti soal bagaimana regulasi dibuat. Itulah mengapa, proses government relations hadir untuk menjembatani kedua belah pihak tersebut. Jembatan antara pemerintah dan perusahaan akan meminimalisir berbagai kemungkinan kesalahpahaman.

 

Selain itu, hubungan baik ini dapat menjaga agar operasi perusahaan tetap bisa berjalan dengan baik. Setelah proses edukasi dijalankan, GR juga memiliki kewajiban untuk memberi saran mengenai cara untuk mempengaruhi kebijakan publik.

 

Proses GR sering kali dilakukan oleh ahli public affairs, namun di beberapa perusahaan, proses ini ditangani oleh seseorang yang berjabatan government relations itu sendiri. Nama jabatannya pun bermacam-macam, dapat disebut sebagai GR specialist atau GR staff.

 

Ada beberapa hal yang menjadi tanggung jawab seorang pekerja goverment relations, di antaranya:

 

1.Mengedukasi regulator mengenai isu tertentu

2.Mengedukasi klien atau perusahaan mengenai regulasi dan apa yang perlu diawasi

3.Melakukan advokasi pada regulator agar kelangsungan aktivitas klien atau perusahaan tetap berjalan

 

Bila ingin berkarir sebagai government relations, Anda tentu harus memiliki berbagai deretan kemampuan. Di bawah ini ialah beberapa kemampuan tersebut:

 

1.Kemampuan komunikasi, baik oral maupun tertulis

2.Pemahaman kuat mengenai regulasi dan peraturan dari pemerintah

3.Kemampuan kerja sama dengan orang lain

4.Kemampuan advokasi dan lobbying

 

Seorang GR specialist atau GR staff bekerja melalui empat macam pendekatan:

 

Identifikasi

 

Hal ini merupakan upaya untuk membuat perusahaan atau klien dikenal di lingkaran pemerintahan dan tidak selalu bergantung pada isu tertentu. Proses ini penting agar pemerintah mengingat Anda dalam pembuatan regulasi.

 

Memberi informasi

 

Saat pemerintah kenal dengan perusahaan atau klien, saatnya memberi edukasi pada pemerintah. Edukasi yang dimaksud adalah penyampaian informasi soal kebijakan yang kemungkinan memiliki pengaruh besar pada roda perusahaan atau klien. Pemerintah yang lebih paham mengenai hal ini tentu bisa mengerti ekspektasi kebijakan seperti apa yang perusahaan atau klien Anda harapkan.

 

Proses persuasi

 

Setelah mengetahui perusahaan atau klien dan ekspektasinya, GR bisa mulai melakukan advokasi. Pada tahap ini, seorang GR bisa menyampaikan apa yang diinginkan oleh perusahaan, yang mungkin dapat dipenuhi oleh pemerintah. Inilah mengapa, GR harus menguasai kemampuan advokasi.

 

Mencari dukungan

 

Kemungkinan regulasi terpengaruh akan lebih besar apabila suara semakin besar. Itulah kenapa, seorang GR juga dapat bekerja dengan mencari dukungan. Dukungan ini dapat datang dari stakeholder lain, seperti organisasi atau perusahaan lain. Menciptakan kemitraan dapat meningkatkan suara, serta menghadirkan kemungkinan keberhasilan advokasi yang lebih besar.