Ini Etika Menghubungi Atasan di Luar Jam Kerja

Last update on .

Karena pekerjaan yang cukup padat, terkadang Anda harus menghubungi atasan di luar jam kerja. Hal tersebut dapat menimbulkan pro dan kontra, karena selain mengganggu, hal tersebut juga mengurangi waktu pribadi atasan.

 

Memang, beberapa atasan mungkin merasa tidak masalah untuk dihubungi di luar jam kerja demi kelancaran pekerjaan. Namun, Anda tentu harus mengetahui etikanya terlebih dahulu dalam berkontak dengan atasan di luar jam kerja. Pada artikel ini, Karirgogo.com akan memberikan beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika harus menghubungi atasan di luar jam kerja.

 

Pastikan atasan Anda berkenan

 

Hal utama yang perlu diperhatikan sebelum menghubungi atasan di luar jam kerja adalah pastikan bahwa atasan Anda berkenan untuk itu. Saat pekerjaan cukup padat, mungkin Anda dapat langsung memberi tahu atasan kemungkinan akan menghubungi setelah jam kerja. Tentu, atasan Anda juga akan berkenan untuk itu, karena jika tidak, Anda mungkin dianggap tidak sopan dan justru membahayakan karir ke depannya.

 

Tentukan urgensi

 

Jika Anda belum sempat memberi tahu atasan untuk menghubunginya di luar jam kerja, hal yang harus dilakukan sebelum menghubunginya adalah menentukan urgensi atau kepentingannya. Kalau saja Anda masih bisa mengatasi permasalahan tersebut, mungkin lebih baik untuk tidak perlu menghubungi atasan.

 

Namun, jika Anda sudah merasa cukup mendesak, maka dapat menghubungi atasan dan usahakan untuk menghubungi melalui media yang tepat. Jika atasan sedang cuti cukup lama, mungkin Anda dapat menghubunginya via email, terkecuali ia berkenan untuk ditelepon.

 

Ketahui batas

 

Tak jarang jika atasan dan bawahan telah saling memiliki kontak pribadi. Hal ini terjadi karena kedekatan yang terjalin selama kerja. Walaupun Anda menghubungi di luar jam kerja, sebaiknya Anda tetap menghubunginya untuk urusan pekerjaan. Penting bagi Anda untuk perlu mengetahui batasan-batasan urusan kerja dan pribadi.

 

Oleh karenanya, hindari menghubunginya melalui kontak pribadi seperti Whatsapp pribadi, atau media sosial pribadi lainnya. Terkecuali, atasan Anda sudah berkenan untuk dihubungi melalui kontak personal sebelumnya.

 

Sampaikan informasi yang jelas

 

Saat jam kerja, Anda perlu memberi informasi dengan jelas ketika menghubungi atasan. Ia mungkin saja tak terus memperhatikan apa yang sedang Anda kerjakan, karena ia sedang sibuk dengan urusan pribadinya. Oleh sebab itu, saat menghubunginya Anda harus menyampaikan apa yang sedang Anda kerjakan dan apa tujuan menghubunginya. Jelaskan secara rinci namun singkat, agar atasan juga lebih dapat memahami permasalahan yang Anda hadapi.

 

Maklumi jika tak langsung mendapat respons

 

Anda harus memaklumi bila tak langsung mendapat respons dari atasan. Sebab Anda menghubunginya di luar jam kerja, tentu perhatian atasan pun sudah berbeda pula. Bagaimanapun, atasan Anda juga memiliki batas-batas personal yang perlu Anda hargai.