Kenali Penyebab Burnout Syndrome

Last update on .

Apa Anda selalu merasa lelah karena pekerjaan atau tugas yang menumpuk? Waspadalah, karena mungkin saja hal ini menyebabkan burnout syndrome. Para pekerja yang sering mengalami kondisi ini diawali dari rasa stres akibat tingginya tekanan pekerjaan. Bahkan, Burnout syndrome telah ditetapkan sebagai salah satu stres kronis oleh World Heath Organization (WHO). Lantas, tidak jarang pula burnout syndrome mendatangkan sejumlah masalah pada kesehatan.

 

Burnout syndrome ialah salah satu kondisi stres yang kerap dikaitkan dengan pekerjaan. Itulah mengapa, kondisi kesehatan ini juga dikenal sebagai occupational burnout atau job burnout. Lazimnya, burnout syndrome ditandai dengan rasa lelah secara fisik dan rasa emosi yang terjadi karena kenyataan dalam dunia kerja tidak sesuai ekspektasi.

 

Dari sini, rasa stres berkepanjangan akan timbul terlebih ketika Anda merasa kewalahan dengan pekerjaan yang ada. Kondisi burnout syndrome memang sering dialami, namun bukan berarti Anda boleh membiarkannya. Jika terus terjadi, biasanya Anda akan mengalami degradasi minat pada pekerjaan dan sudah tidak termotivasi untuk melakukannya. Sehingga burnout syndrome mampu menurunkan produktivitas, rentan terkena masalah kesehatan, dan mengganggu kehidupan pribadi.

 

Sebenarnya, tidak ada gejala yang khas dari burnout syndrome, walau demikian ada beberapa gejala umum burnout yang sering dialami, yakni:

 

Merasa Lelah

 

Ketika mengalami burnout – bisa saja kamu merasa lemas dan lelah secara emosional, kehabiskan tenaga dan merasa terhambat pada pekerjaan. Pada gejala fisik, biasanya timbul masalah pencernaan, seperti sakit perut.

 

Mengasingkan Diri Di Kantor

 

Burnout dapat mengakibatkan seseorang menjadi tidak peduli pada lingkungan dan rekan kerja. Selain itu, perasaan muak terhadap pekerjaan juga kerap muncul.

 

Produktivitas Menurun

 

Stres karena pekerjaan berpotensi menurunkan produktivitas. Burnout syndrome dapat membuat seseorang sulit fokus dan pekerjaannya menjadi tidak terarah.

 

Namun Anda jangan khawatir, karena ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari gejala burnout syndrome dalam bekerja. Berikut adalah sejumlah solusinya:

 

1. Komunikasikan apa yang Anda rasakan dengan atasan dan rekan kerja.

2. Diskusikan dengan orang lain. Ceritakan apa yang Anda rasakan.

3. Membatasi diri dari hal-hal yang negatif agar diri Anda tidak semakin terpuruk.

4. Melakukan relaksasi, seperti yoga dan meditasi.

5. Rutin berolahraga. Kegiatan ini akan membantu Anda mengurangi stres dan mengalihkan pikiran.