Kenali Definisi Industri Kreatif

Last update on .

Saat ini industri kreatif adalah istilah yang sudah sangat sering terdengar. Bidang ini tentu sarat dengan orang-orang yang memiliki daya cipta dan ide-ide cemerlang. Namun, bukan berarti bidang ini hanya khusus untuk mereka saja, karena tidak menutup kemungkinan bahwa industri kreatif juga dapat diisi oleh orang yang memiliki latar belakang akademisi bidang lain.

 

Industri kreatif memang industri yang didasarkan pada kreativitas, keterampilan, serta bakat. Tak hanya industrinya sendiri, semua hal yang memiliki potensi untuk memiliki kekayaan intelektual juga masuk ke dalamnya. Bahkan Departemen Perdagangan RI pernah mendefinisikan industri kreatif sebagai industri yang memanfaatkan kreativitas.

 

Bukan hanya kreativitas, industri ini juga memanfaatkan keterampilan serta bakat dari seorang individu. Dengan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta ini nantinya diharapkan dapat menciptakan kesejahteraan hingga lapangan kerja yang baru. Setidaknya ada beberapa aspek yang mendasari industri kreatif, yakni:

 

  • Core Creative Industry, yakni industri utama yang memanfaatkan kreativitas
  • Backward Linkage Creative Industry, yakni industri yang menjadi input dari core creative industry
  • Forward Creative Industry, yakni output dari core creative industry dan menjadi input untuk industri lainnya

 

Jika merunut dari sejarah awalnya, akar dari industri kreatif adalah industri kultural, alias cultural industries. Konsep industri kultural tersebut dimulai pada tahun 1949, dengan mencakup berbagai sektor teater, tarian, musik, film, seni visual, dan berbagai warisan budaya.

 

Sedangkan istilah industri kreatif baru muncul pada 1990an dan muncul seiring dengan penggunaan istilah ekonomi kreatif yang menggambarkan pemanfaatan kreativitas, kemampuan, bakat untuk mendapatkan kekayaan, serta membuka lapangan kerja. Hingga saat ini, industri kreatif terus menggeliat, seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.