Peluang Bisnis Baju Bekas beserta Langkah Menjalankannya

Last update on .

Beberapa tahun belakangan, mungkin Anda semakin sering melihat banyak bisnis baju bekas bermunculan. Tertarik masuk ke bisnis ini? Sejumlah orang memilih untuk membeli baju bekas karena alasan ekonomi, atau bahkan karena ingin lebih memperhatikan dampak dari industri fashion terhadap lingkungan.

 

Dengan memperjualbelikan baju bekas, maka Anda melaksanakan salah satu prinsip dari 3R, yaitu reuse. Sedangkan prinsip R lainnya ialah reduce dan recycle. Memperjualbelikan baju bekas di satu sisi dapat membuat Anda lebih memperhatikan lingkungan. Karena fast fashion merupakan salah satu penyumbang emisi karbon yang cukup besar.

 

Tak hanya itu, industri fashion juga memiliki dampak buruk bagi lingkungan seperti polusi udara dan air, dan lebih dari 50 persen dari baju yang diperjualbelikan berakhir di tempat pembuangan akhir. Alih-alih membuang baju yang sudah tidak diinginkan atau tidak muat lagi, Anda punya pilihan untuk memperjualbelikan baju tersebut. Selain ramah lingkungan, Anda juga dapat mendapatkan uang tambahan tanpa perlu mengeluarkan banyak modal.

 

Berikut ini adalah tips dan langkah yang wajib diikuti agar dapat memulai bisnis baju bekas milik Anda sendiri.

 

Memilah baju layak pakai

 

Untuk menjalankan bisnis baju bekas, pertama-tama Anda harus memilah baju yang masih layak pakai. Karena myoritas orang hanya menggunakan 20 persen dari seluruh pakaian yang dimiliki sehari-hari. Hal ini disebabkan oleh banyak hal, baik itu ‘lapar mata’, model pakaian sudah tidak up-to-date, atau mungkin ukurannya sudah tidak pas lagi. Cari baju yang sudah tidak pernah kamu pakai selama enam bulan belakangan, setelah itu pisahkan menjadi dua tumpukan. Tumpukan pertama berisi baju dengan kondisi sangat baik, lalu tumpukan kedua berisi baju yang membutuhkan sedikit permak.

 

Menentukan target pasar

 

Langkah ini sangat penting dan akan sangat berpengaruh ke beberapa aspek. Tentukan target pasar yang ingin dituju. Sebagai contoh, target pasar yang Anda pilih adalah remaja hingga dewasa, dengan jenis baju bekas santai dan juga semi-formal. Ketika sudah mengetahui ingin menjual apa dan ke siapa, akan lebih mudah bagi Anda untuk menentukan hal lainnya. Jika ingin menjual ke remaja dewasa hingga fresh graduate yang baru ingin masuk kerja, maka Anda harus memikirkan harga yang tepat untuk mereka. Target pasar juga akan menentukan konten promosi seperti apa yang dibutuhkan, agar bisnis Anda dapat menjadi lebih menarik.

 

Buat konten menarik

 

Setelah menentukan target pasar, saatnya Anda membuat konten yang menarik. Anda dapat melakukan pemotretan dengan konsep yang ciamik agar dapat menunjukkan kualitas baju bekas yang akan dijual, dan juga agar lebih banyak konsumen yang tertarik untuk membeli. Gunakan properti yang ada di rumah, seperti kain polos untuk menjadi latar dan lampu untuk pencahayaan agar foto terlihat profesional. Terkait dengan konten, Anda juga butuh branding yang tepat agar bisnis baju bekas dapat sukses. Cari nama yang catchy dan mudah diingat, logo yang sesuai, dan atur foto semenarik mungkin.

 

Lakukan pemasaran melalui media sosial

 

Ketika sudah membuat konten yang menarik, saatnya mempromosikan bisnis baju bekas Anda di sosial media. Beberapa media sosial bisa menjadi pilihan seperti Instagram, Facebook, dan Twitter. Cara paling mudah adalah dengan mengunggah post berisi foto baju bekas yang ingin dijual, lalu tulis caption yang menarik. Jelaskan tentang cara pemesanan, pengiriman apa saja yang bisa dipilih, dan jangan lupa juga gunakan hashtag (#). Karena pecinta baju preloved mencari beberapa hashtag yang spesifik.