Hal Finansial yang Harus Diperhatikan Sebelum Liburan Akhir Tahun 2020

Last update on .

Bagi segelintir orang, mungkin termasuk Anda, pergi berlibur di tahun 2020 merupakan suatu tujuan yang tertunda. Meski demikian, bukanlah ide yang buruk bila Anda berniat mewujudkannya di akhir tahun ini. Memang masa pandemi COVID-19 belum berakhir dan banyak masyarakat lebih memilih tinggal di rumah saja ketimbang bepergian. Imbas dari keputusan masyarakat yang menunda liburan tentu sangat berdampak terhadap pendapatan sektor usaha yang berkaitan dengan pariwisata.

 

Namun bagi Anda yang ingin tetap melakukan perjalanan berlibur dengan terus memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, berikut adalah tips cerdas bagi Anda yang tetap ingin mengadakan liburan akhir tahun ke luar luar kota, agar keuangan Anda tetap terjaga.

 

Staycation di luar kota saja

 

Dengan belum pulihnya kunjungan wisatawan ke Indonesia, maka peluang terhadap harga diskon kamar masih terbuka lebar. Anda pun bisa menemukan diskon-diskon tersebut di aplikasi booking tiket pesawat, hotel, wisata, dan kuliner yang ada, atau dengan penawaran khusus travel agent.

 

Staycation dengan keluarga di luar kota tentu menjadi pilihan yang cerdas. Pasalnya, Anda berkesempatan merasakan pengalaman menginap di hotel mewah dengan harga yang lebih murah dari pasaran. Di samping itu, staycation pun cenderung lebih aman terhadap risiko terjangkitnya virus COVID-19 ketimbang Anda harus mengunjungi destinasi wisata dan bertemu dengan banyak orang.

 

Menggunakan kendaraan pribadi

 

Jika memang destinasi kota yang Anda tuju tidak terlalu jauh, gunakan saja transportasi darat yaitu mobil pribadi. Modal utama yang harus Anda persiapkan adalah bahan bakar, uang untuk tol, serta persediaan makanan selama di perjalanan. Namun bila mobil Anda belum terlindungi asuransi mobil, maka alangkah lebih baik untuk menggunakan pesawat saja ketimbang kendaraan pribadi.

 

Prosedur bepergian dengan pesawat di masa pandemi juga tidak rumit. Paling tidak, Anda harus melakukan rapid test terlebih dulu dan mengisi data di aplikasi eHac, yang difasilitasi oleh Kementerian Kesehatan sebelum naik ke pesawat.

 

Tentukan antara belanja atau wisata kuliner

 

Sangat mungkin melakukan dua aktivitas ini bersamaan jika bujet liburan Anda cukup besar. Namun bagi yang memiliki dana terbatas, maka ada baiknya untuk lebih bijak dalam menentukan tujuan liburan Anda di kota lain. Tentukan saja di awal, apa yang ingin Anda lakukan di sana, apakah ingin belanja atau hanya wisata kuliner saja.

 

Ketika Anda ingin berbelanja, maka tidak ada salahnya untuk membeli makanan empat sehat lima sempurna saja selama di sana. Atau membawa beberapa bahan makanan dari rumah untuk perbekalan saat liburan. Namun jika tujuannya adalah berwisata kuliner, maka buatlah daftar tempat makan yang ingin Anda kunjungi dari sekarang dan lakukan riset terhadap harga-harga makanan di sana. Jangan kalap dalam belanja pernak-pernik selama liburan.

 

Tentukan biaya liburan sebelum berangkat

 

Setelah Anda melakukan riset terhadap biaya hidup dan rekreasi di sana. Setelah itu, tentukanlah berapa jumlah ingin Anda keluarkan untuk aktivitas ini. Anggap saja pengeluaran Anda selama berlibur yang direncanakan adalah, Rp 5.000.000, maka alokasikan tambahan dana sebesar Rp 500.000,- atau 10 persen dari total biaya liburan untuk kebutuhan darurat selama di sana. 

 

Kebutuhan darurat yang dimaksud bisa berupa kebutuhan akan bahan bakar jikalau Anda membawa mobil pribadi, dan terjadi macet total di jalan yang akhirnya membuat konsumsi BBM Anda meningkat. Dana tersebut juga dapat dialokasikan sebagai biaya transportasi darurat selama liburan bila Anda pergi menggunakan pesawat.

 

Tidak berutang demi liburan

 

Tidaklah baik untuk memaksakan diri berlibur jika memang keuangan Anda belum sehat. Sebelum berlibur, ada baiknya untuk mengetahui terlebih dulu apakah jumlah ketersediaan dana darurat Anda sudah cukup, apakah Anda sudah memiliki asuransi sebagai bentuk dari manajemen risiko, dan apakah jumlah utang Anda tergolong pada porsinya. Berutang untuk kepentingan liburan bukanlah hal yang baik dilakukan. Utang liburan adalah utang bersifat konsumtif yang hanya akan menambah pengeluaran pasif dan mengurangi kekayaan bersih kita.