Karakter Generasi Z Ketika di Dunia Pekerjaan

Last update on .

Perkembangan teknologi dan informasi membuat arus perputaran dunia berjalan amat cepat. Di saat baru sedikit generasi milenial yang merasakan enaknya duduk di kursi strategis perusahaan, kini generasi Z sudah berani berkompetisi. Generasi Z adalah kelompok masyarakat yang lahir pada 1995 hingga 2014, dengan kata lain mereka ialah kelompok generasi remaja yang lahir di era internet.

 

Jika menganut pemahaman tersebut, orang tertua di generasi Z saat ini berusia 25 tahun. Dengan banyaknya lowongan yang tak memandang pengalaman kerja serta tingkat pendidikan, tak sedikit generasi Z yang saat ini telah memasuki dunia pekerjaan.

 

Kecenderungan mereka untuk bersinggungan via dunia maya membuat karakteristik mereka berbeda dengan sebelumnya. Nah, guna memahami generasi Z maka Karirgogo.com telah merangkum sederet karakter mereka.

 

Lebih Terbuka akan Banyak Hal

 

Generasi Z memiliki keterbukaan, niat yang amat besar untuk maju, dan tingginya wawasan serta pengetahuan. Hal tersebut amat wajar karena generasi Z tumbuh di era yang memudahkan setiap manusia untuk mencari informasi akan suatu hal yang baru. Keterbukaan menjadi salah satu karakter yang diunggulkan oleh generasi Z saat memasuki dunia kerja.

 

Dibanding generasi yang lain, generasi Z akan dengan mudah menerima saran, masukan, dan, bahkan, kritik dari alumni generasi lain yang sudah lebih dulu berada di dunia kerja. Karakter tersebut lantas membuat generasi Z memiliki semangat untuk memberikan kemampuan terbaik. Dari sana, mereka akan berusaha untuk pengaruh yang signifikan dan besar untuk kemajuan sebuah perusahaan.

 

Memilih untuk Bekerja Sendiri

 

Generasi milenial kerap percaya bahwa semangat kolaborasi akan membawa perusahaan berjalan lebih baik. Berbeda dengan keyakinan tersebut, generasi Z percaya bahwa mengurangi kerja kolektif dan lebih memilih untuk mengejar eksklusivitas jauh lebih penting. Daya saing tinggi menjadi karakter mereka. Bersaing dengan individu-individu lain di perusahaan dipercaya oleh generasi Z sebagai alat untuk mengukur daya saing, kemampuan, dan keunggulan mereka untuk mengerjakan sebuah tugas.

 

Generasi Z bukannya tidak suka dengan yang namanya kerja sama. Mereka mungkin tetap akan melakukan kerja sama, tapi mereka pada akhirnya akan mengharapkan adanya apresiasi dan penghargaan secara personal atau individu atas apa yang telah dikerjakan.

 

Berharap Besar pada Internet

 

Generasi milenial boleh saja menyombongkan diri bahwa mereka merupakan generasi yang menguasai perkembangan teknologi. Namun, melihat kenyataan, mereka tampaknya harus mengakui bagaimana kehidupan generasi Z ditentukan internet. Oleh karena itu, jangan heran apabila generasi Z pada akhirnya akan lebih banyak menghabiskan waktu di dunia maya ketimbang dengan rekan kerja. Pasalnya, seperti yang sudah disebutkan di atas, kehidupan mereka ditentukan oleh internet.

 

Mudah Mengalami Demotivasi

 

Sayangnya generasi Z juga mudah mengalami demotivasi atau runtuhnya keinginan untuk semangat, rendahnya gairah, dan keinginan besar untuk menyerah. Dibandingkan, generasi X dan milenial, generasi Z memiliki rasio yang lebih besar. Tingginya angka demotivasi ini memiliki banyak sebab, di antaranya adalah suasana kantor, keinginan untuk mendapatkan gaji tinggi, dan hasrat besar untuk sukses. Apabila gejala-gejala tersebut mulai tampak, mereka akan memperlihatkan karakter buruk yang tentu berbahaya untuk keharmonisan perusahaan. Untuk itu, penting bagi petinggi perusahaan memperhatikan hal-hal di atas.

 

Besarnya Keinginan untuk Diapresiasi

 

Keinginan untuk bersaing yang amat tinggi membuat generasi Z punya harapan besar terhadap perusahaan. Salah satu caranya adalah mendapatkan apresiasi. Selain gaji, ada beberapa hal yang menurut generasi Z masuk kalkulasi apresiasi mereka. Sejak hari pertama di perusahaan, mereka punya harapan untuk diberi kesempatan berkembang. Entah itu melalui pembelajaran personal maupun melalui sebuah proyek penting. Mungkin bagi generasi yang lain itu merupakan hal sepele, tapi bagi generasi Z, kesempatan berkembang adalah sebuah bentuk apresiasi.