Tertarik Jadi Dropshipper? Ini Untung dan Ruginya

Last update on .

Secara teknis, dropshipping merupakan proses pengiriman barang secara langsung ke pelanggan Anda dari pemasok yang merupakan pihak ketiga atau vendor. Proses ini dilakukan tanpa perantara lainnya semacam menyimpan barang terlebih dahulu di lokasi tertentu milik Anda.

 

Secara sederhana, dropshipping hampir mirip seperti bisnis reseller yang selama ini mungkin sudah sering Anda dengar. Pada dropshipper, pihak penjual tidak melakukan kegiatan menyimpan stok barang, dan penjual ini juga tidak juga ikut serta dalam proses pengiriman barangnya ke pemesan. Penjual ini hanya meneruskan pesanan dari pihak pembeli ke pihak penyuplai. Dan nantinya, pihak penyuplai yang akan mengirim barang tersebut ke pihak pembeli atas nama si penjual tadi.

 

Setiap metode bisnis sudah pasti memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing, begitu pun bisnis dropshipping. Berikut Karirgogo.com rangkum beberapa keuntungan dan kerugian dari metode bisnis ini.

 

Keuntungan

 

Tidak perlu banyak modal dam tidak makan waktu

 

Dengan menyerahkan pengelolaan, pengiriman, dan pengembalian produk kepada pemasok, Anda hanya perlu menjual barang. Anda bahkan dapat melakukannya tanpa memerlukan website. Anda pun dapat fokus pada strategi penjualan, dukungan pelanggan, dan operasional. Anda dapat menggunakan media sosia; untuk memulai menjual barang Anda.

 

Bukan model bisnis main-main

 

Metodenya yang tidak biasa menjadikan beberapa orang khawatir dengan bisnis dropshipping. Tapi, Anda tak perlu khawatir. Metode ini telah dibuktikan bahkan oleh beberapa toko online atau marketplace populer. Jadi, dapat dikatakan metode ini cukup terpercaya.

 

Kerugian

 

Sarat kompetisi

 

Dengan beragam keuntungan yang ditawarkannya, tidak aneh jika banyak orang yang tertarik menjalankan bisnis ini. Di satu sisi, ini menunjukkan kredibilitas metode ini, namun juga berarti kompetisi yang ramai bagi Anda. Jangan berpatokan pada menawarkan harga terendah karena besar kemungkinan penjual lain juga berpikir hal yang sama. Fokus pada peningkatan nilai produk dan usaha Anda, termasuk pemahaman akan produk. Harga terbaik belum tentu yang termurah.

 

Harus melakukan update dengan pemasok barang

 

Dengan seluruh kendali atas produk dipegang oleh pemasuk, para pelaku bisnis dropship seringkali terkendala pada penyelarasan stok produk. Kadang kala status barang di toko online masih tersedia, tapi sebenarnya sudah tidak ada stok barang lagi. Komunikasi dengan pemasok barang menjadi kuncinya. Anda harus menghadirkan informasi stok barang secara real-time sebagaimana kondisi di gudang penyimpanan. Hal ini mutlak diperlukan agar tidak ada kekeliruan informasi yang disampaikan kepada calon pembeli barang.

 

Cukup sulit menjual barang yang belum pernah Anda lihat

 

Inilah salah satu tantangan terbesar bagi para pelaku bisnis dropshipping. Anda menjual barang yang belum pernah Anda lihat secara langsung. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan. Pertama, cari ulasan barang sebelum Anda menjualnya. Kedua, jual barang hanya dari pemasok yang terpercaya. Atau, Anda bisa langsung menghubungi pemasok dan mendapatkan jawaban langsung dari mereka.