Cara Negosiasi Gaji untuk Fresh Graduate

Last update on .

Ketika akan wawancara kerja, khususnya bagi para fresh graduate dan mereka yang baru mau memulai karir, masalah dalam negosiasi gaji memang menjadi hal yang paling menantang. Mungkin Anda merasa malu karena baru lulus atau kebingungan karena rata-rata tips negosiasi gaji selalu menekankan keahlian dan pengalaman untuk meminta lebih. Mari simak beberapa cara bernegosiasi gaji jika Anda belum punya banyak pengalaman kerja.

 

Lakukan Riset

 

Melakukan riset sebelum wawancara perlu dilakukan untuk mengetahui riset rata-rata gaji fresh graduate sesuai dengan jenjang pendidikanmu dan posisi yang Anda ingin lamar. Anda harus paham berapa nilai Anda terlebih dahulu sebelum mengajukan penawaran. Riset rata-rata dapat Anda peroleh dari data resmi universitas, ikatan alumni, dan internet. Lebih baik lagi jika Anda juga mengetahui rata-rata gaji yang biasa diberikan perusahaan tersebut untuk fresh graduate atau untuk posisi yang Anda incar.

 

Jangan Sebutkan Angka Terlebih Dahulu

 

Walaupun sudah tahu rata-rata gaji sesuai posisi idaman, Anda tidak dapat menebak berapa perusahaan akan bersedia membayar Anda. Jadi, jangan menyebut angka terlebih dahulu. Karena jika Anda menyebut angka yang lebih rendah dari perkiraan pewawancara, mereka tidak akan bilang apa-apa dan pasti akan menyetujuinya. Anda harus membuat pewawancara memberitahumu rata-rata gaji untuk posisi tersebut, jadi Anda dapat fokus mendapatkan gaji tertinggi yang ditawarkan.

 

Di sinilah jiwa negosiator handal Anda diuji. Ketika ada dua negosiator dalam satu ruangan, masing-masing akan berusaha menjebol pertahanan yang lain. Biasanya setiap Anda menghindar menyebutkan angka, pewawancara akan berusaha membuat Anda bicara.

 

Bersabarlah

 

Tidal perlu terburu-buru saat menerima tawaran pertama. Ketika ditawarkan gaji yang lebih rendah dari ekspektasi Anda, tetaplah berterima kasih dan mengungkapkan ketertarikan sebelum mulai mendiskusikan detailnya. Jangan sampai perusahaan melihat Anda kecewa dan jangan terburu-buru menerima meski Anda didesak untuk segera menerima tawaran tersebut. Sah-sah saja jika Anda meminta waktu untuk mempertimbangkan dan mencari saran mengenai tawaran gaji itu. Asalkan tidak terlalu lama memberikan jawaban kepada perusahaan.

 

Ambil atau Lupakan

 

Jika gaji yang ditawarkan di bawah ekspektasi, namun Anda melihat ada kesempatan belajar dan memperoleh pengalaman yang besar di perusahaan tersebut, maka terima peluang tersebut. Jika Anda kurang puas, sah-sah saja menawar gaji sebesar yang diinginkan. Tetapi, ingatlah untuk berpegang pada data riset rata-rata gaji dan jangan meminta terlalu tinggi, mengingat ini baru pekerjaan awal Anda. Jika tidak mencapai kesepakatan, tetap tampilkan sikap positif saat wawancara dan Anda menghargai tawaran yang mereka berikan. Tutuplah negosiasi dengan sopan, karena siapa tahu akan ada kesempatan lagi di masa depan bersama perusahaan tersebut.