Kokohkan Potensi Ini Sebelum Melamar Kerja

Last update on .

Lazimnya, setiap seseorang selesai melakukan studi, mereka akan mencari pekerjaan. Entah selepas SMA maupun kuliah, mereka pun langsung mengirim surat lamaran kerja ke berbagai perusahaan. Memang ada banyak lapangan pekerjaan untuk diincar. Namun, para pelamar pun tidak kalah besar jumlahnya. Pada tiap satu pelepasan wisuda, ratusan hingga ribuan mahasiswa yang lulus. Sedangkan lapangan kerja belum meningkat secara signifikan.

 

Akibatnya persaingan dalam mencari kerja pun terjadi secara ketat dan jumlah pelamar amat melimpah. Jika Anda tidak mempersiapkan bekal dengan baik, tentu akan sulit dalam bersaing dalam kompetisi besar tersebut. Perusahaan juga semakin selektif dalam mencari kandidat pegawainya. Sebelum melamar kerja, maka perkuat sejumlah potensi penting terlebih dahulu. Potensi apa yang harus dikembangkan sebelum melamar kerja? Mari simak ulasan di bawah ini.

 

Mental yang kuat

   

Anda harus memiliki mental kuat. Walaupun saat melakukan wawancara kerja, Anda seolah mendapat tekanan, namun jangan pernah gentar dan tetap tunjukkan kekuatan. Mental seorang pelamar menjadi poin penting untuk dinilai dalam menerima karyawan. Karena dalam proses bekerja, tentu akan ada tantangan besar yang pasti menguji mental seseorang.

   

Rasa percaya diri

   

Sangat penting untuk mendapat karyawan dengan rasa percaya diri. Kurang percaya diri tidak bagus dan terlalu percaya diri pun tidak diinginkan oleh perusahaan. Para direksi akan senang jika Anda menjadi diri sendiri dan merasa percaya diri atas semua itu.

   

Berpendirian teguh

   

Orang teguh pendirian amat dibutuhkan oleh perusahaan. Kondisi perusahaan tertu sangat dinamis, sehingga akan banyak potensi yang bakal mendistraksi pendirian. Orang yang tak teguh akan mudah berubah pikiran. Sedangkan yang teguh pendirian akan mempertahankan pilihan yang dirasa benar.

   

Berorientasi maju

   

Potensi yang harus diperkuat selanjutnya ialah berpikiran maju. Karena saat merencanakan sesuatu tidak sekadar didasarkan pada saat ini, melainkan sekaligus berpandangan ke depan. Masa depan tidak ada yang tahu, namun setidaknya Anda memprediksi apa yang mungkin terjadi nanti.

   

Berpikiran realistis

   

Direksi di perusahaan tidak menyukai orang yang terlalu berimajinasi. Bisnis itu harus didasarkan pada realitas, tidak sekadar fiksi. Sehingga Anda harus dapat melihat berbagai hal secara realistis. Lebih baik lagi jika seorang berpikir idealis yang didasarkan pada kondisi realistis.

   

Sosok anti-mainstream

   

Anda tentu menemukan berbagai jawaban mainstream saat menjawab pertanyaan wawancara pekerjaan. Anda dapat menggunakan versi Anda sendiri dan menjadi sosok yang unik. Pribadi yang unik tersebut justru akan menjadi sorotan, karena tidak terpengaruh oleh mayoritas orang.