Pertimbangkan Sejumlah Hal Ini Sebelum Pindah Kerja

Last update on .

Ada banyak alasan mengapa seseorang merasa tidak kerasan dengan tempat kerjanya. Tapi di sisi lain, berhenti dari pekerjaan begitu saja juga merupakan keputusan yang sangat tidak bijaksana. Terlebih lagi jika Anda belum menemukan pekerjaan pengganti. Jangan tergesa-gesa dalam mengambil keputusan, Anda harus pertimbangkan dulu secara seksama untung dan ruginya pindah kerja. Oleh karenanya, perhatikan sederet hal ini sebelum memutuskan untuk pindah kerja.

 

Gaji tidak sesuai ekspektasi

 

Anda merasa telah memberikan kontribusi besar untuk perusahaan. Namun sayangnya, gaji yang diberikan oleh perusahaan tetap di bawah ekspektasi. Anda bisa saja pindah jika sudah diterima bekerja di perusahaan baru yang memang lebih baik dari berbagai aspek. Baik dari nominal gaji, kesejahteraan (bonus dan fasilitas kesehatan), jarak dari rumah ke kantor, dan lain sebagainya.

 

Namun menetap dulu jika Anda belum punya pekerjaan baru yang lebih baik. Walaupun gajinya tidak besar, tapi Anda punya kesempatan untuk belajar banyak hal baru yang menarik dan dapat meningkatkan kemampuan.

 

Beban kerja terlalu besar

 

Anda merasa pekerjaanmu sangat banyak dan seolah tidak ada habis-habisnya. Bahkan seringkali tidak mengerti apa pekerjaan Anda yang sebenarnya, karena hampir semua pekerjaan dilimpahkan kepada Anda. Nah, Anda bisa saja pindah jika merasa sudah bekerja amat keras, tetapi atasan tidak pernah menghargai usahamu, baik dalam bentuk insentif maupun sekadar pujian dan ucapan terima kasih.

 

Namun menetap dulu jika kerja keras Anda ‘diganjar’ dengan berbagai cara. Mulai dari ucapan terima kasih, bonus, kenaikan gaji atau bahkan promosi jabatan. Bahkan mungkin saja hal tersebut ialah salah satu cara atasan untuk menantang Anda untuk membuktikan kemampuan.

 

Lingkungan kerja kurang kondusif  

 

Sikap kompetitif dari rekan-rekan kerja membuat Anda merasa tidak punya teman di kantor. Anda bisa saja pindah jika suasana kerja memang sudah benar-benar tidak sehat. Misalnya, rekan kerja terlalu mencari tahu tentang kehidupan pribadi Anda di luar pekerjaan dan membahasnya di kantor. Selain itu jika mereka juga tidak segan menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan orang lain.

 

Tapi menetap dulu jika persaingan tersebut malah bisa membuat Anda terpacu untuk melakukan pekerjaan yang terbaik. Jika persaingannya dilakukan dengan sehat, Anda tak perlu gentar. Apalagi jika rekan-rekan kerja juga bersikap baik dan masih bersedia untuk diajak bekerja sama.

 

Akhirnya, pindah kerja atau menetap merupakan keputusan Anda. Sebelum memutuskannya, ada baiknya membuat daftar keuntungan dan kerugian ketika mau pindah kerja. Kalau lebih banyak keuntungan untuk menetap, maka jangan buru-buru untuk pindah kerja. Begitupula sebaliknya.