Perhatikan Kesehatan Mental di Era New Normal
Perhatikan Kesehatan Mental di Era New Normal

Last update on .

COVID-19 sudah mengubah kehidupan manusia dalam berbagai hal. Krisis yang berdampak pada semua orang di muka bumi ini pasti memberi akibat yang cukup masif. Selain perlu beradaptasi, setiap orang pun harus menyiapkan mental dalam menjalani era new normal. Hal ini agar dapat mencegah diri dari stres karena beradaptasi dengan gaya hidup baru.

 

Istilah new normal pertama kali muncul pada 2008 ketika krisis ekonomi melanda. Kondisi ini menggambarkan apa yang sebelumnya tidak wajar, kini menjadi wajar. Istilah ini kemudian digunakan kembali untuk menggambarkan kehidupan di masa pandemi COVID-19. Persiapan mental yang paling mendasar untuk dilakukan, yakni menerima realita bahwa perubahan sedang terjadi dan ditanggapi dengan mengikutinya. Selain itu, dapat dilakukan juga dengan mencari informasi yang tepat mengenai perkembangan COVID-19.

 

Persiapan mental juga dapat dilakukan lewat interaksi dengan anggota keluarga, teman, rekan di tempat kerja, untuk saling menguatkan secara psikologis. Sehingga dapat menghadapi new normal dengan positif. Era new normal juga mendorong gaya hidup yang semakin erat dengan digitalisasi. Oleh sebabnya, setiap orang perlu melihat potensi dan peluang untuk dapat bertahan.

 

Apa saja yang dapat dilakukan untuk menyesuaikan diri dalam menyambut era normal yang baru? Jawabannya ialah resiliensi, yakni kemampuan seseorang untuk beradaptasi dan tetap teguh saat menghadapi situasi sulit. Resilient thinking adalah kemampuan kita untuk berpikir lebih fleksibel terhadap situasi yang ada sehingga kita dapat menjadi lebih efektif dalam menghadapinya. Saat menghadapi suatu situasi dan tantangan, maka pikiran kita mengembangkan satu pola bagaimana mengatasi situasi dan tantangan tersebut.

 

Jika kita memiliki pola pikir yang sempit dan terbatas, kita akan segera kehabisan ide tentang apalagi yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan masalah. Akibatnya, berbagai perasaan tidak nyaman pun mulai timbul. Solusinya berupa sikap fleksibel dalam menghadapi situasi yang memicu emosi. Jika kita kurang memiliki emotional resilience, akan sulit bagi kita untuk dapat berpikir jernih. Pikiran dan penilaian kita seolah dikuasai oleh emosi sehingga menyulitkan kita mencari solusi dari masalah yang ada.

 

Untuk dapat menjalankan kehidupan di era new normal dengan lebih tenang, maka diperlukan langkah mengatasi rasa takut yang timbul. Mulailah dari mengenali apa saja yang membuat kita takut, mengenali reaksi kita terhadap rasa takut, dan tentukan pemikiran apa yang akan kita gunakan untuk melangkah maju.

 

  • Kenali perasaan, pikiran, dan cara Anda mengatasi masalah
  • Terapkan pemikiran yang positif dan sikap optimis
  • Tetap sehat secara fisik dan mental

 

Dukung kesehatan mental Anda dengan tetap memiliki hubungan yang bermakna. Physical distancing membuat kita tidak dapat bertemu langsung dengan keluarga, teman, dan sahabat, namun berkat kemajuan teknologi, Anda tetap dapat berkomunikasi dengan orang-orang tersayang melalui media online.