Startup Tidak Harus Dibangun dengan Uangmu Sendiri, Lho!
Startup Tidak Harus Dibangun dengan Uangmu Sendiri, Lho!

Last update on .

Dalam membangun startup atau perusahaan rintisan, seorang entrepreneur butuhkan adalah ide, tekad, dan tentu saja modal. Karena itulah, banyak entrepreneur yang memiliki tekad dan ide bisnis mantap, namun tidak bisa membangun startup karena tak punya modal. Atau, ada juga yang startup yang mulai berkembang, tapi tidak mampu ekspansi dan menghadapi kompetitor karena kekurangan dana.

Sebenarnya, kedua hal di atas bukan masalah besar, asalkan sang entrepreneur paham startup founding. Ya, membangun atau mengembangkan startup nyatanya bisa dilakukan tanpa menggunakan uang sendiri. Ada banyak pilihan pendanaan startup, dan tentu saja itu semua harus dipahami dan dimanfaatkan oleh entrepreneur jika startup-nya ingin berdiri dan berkembang. Terlebih, faktanya memang kebanyakan perusahaan startup yang sukses saat ini telah melakukan banyak usaha dalam mendapatkan pendanaan dari pihak eksternal melalui startup funding .

 

 

Dengan pendanaan, para investor diberikan peluang untuk menyuntikkan dana di perusahaan startup yang kamu kembangkan. Sebagai gantinya, para investor akan mendapatkan ekuitas atau bahkan kepemilihan terhadap startup tersebut.

Funding startup ini pun terdapat beragam jenis dan disesuaikan dengan “nilai” dari startup-nya. Namun sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya kamu memahami mengenai konsep pendanaan di startup. Pendanaan ini dimulai dari seed funding atau pendanaan benih, kemudian baru putaran pendanaan seri A, B, dan C. Penasaran apa pengertian dari pendanaan yang disebut di atas? Berikut ini jenis-jenis pendanaan bisnis rintisan atau startup funding yang dilansir dari laman Investopedia.

Seed Funding

Lebih populer dengan istilah pendanaan modal benih. Biasanya ini merupakan momen ketika perusahaan startup untuk pertama kali mendapatkan suntikan dana dari pihak investor eksternal. Karena namanya seed atau benih, jadi dana itu diharapkan dapat menumbuhkan bisnis yang tengah kamu kembangkan. Umumnya founder menjanjikan imbalan dari pendanaan ini kepada investor adalah porsi saham di perusahaannya.

 

 

Seed funding sering dipandang untuk membantu langkah awal dari perusahaan startup. Biasanya ini digunakan untuk riset pasar serta pengembangan produknya dari mulai bentuk akhirnya hingga target demografinya. Pendanaan benih ini juga dibutuhkan untuk mempekerjakan tim untuk mengerjakan hal-hal tersebut.

Biasanya seed funding datang dari temanmu, perusahaan modal ventura, hingga inkubator. Salah satu jenis investor yang kerap mendorong jenis pendanaan ini adalah para angel investor. Investor ini biasanya berani mendanai berbagai jenis startup walau bisnis tersebut belum matang.

Suntikan dana dari para angel investor “dibayar” oleh founder dengan memberikan saham ekuitas dari perusahaan startup-mu. Para investor ini akan memiliki andil besar dalam pengembangan perusahaan startup dan acap kali berperan layaknya pembimbing.

Pendanaan Seri A