(SUmber: Forbes)
(SUmber: Forbes)

Last update on .

Siapa yang tidak mengenal brand waralaba kafe ternama Starbucks? Dengan jajaran menunya yang ikonik, Starbucks menjadi pilihan utama masyarakat modern dunia jika ingin menikmati kopi. Bahkan bisa dikatakan bahwa menyeruput kopi di Starbucks saat ini menjadi bagian dari gaya hidup orang-orang di perkotaan.

Namun, pernahkah kamu mendengar nama Howard Schultz? Karena percaya atau tidak, tanpa pria yang lahir di Brooklyn ini, kamu tidak akan melihat kehadiran Starbucks di luar Amerika Serikat.

Untuk mengetahui bagaimana ia berhasil membuat Starbucks mendunia, kita perlu menarik benang merahnya sekira beberapa puluh tahun yang lalu. Howard Schultz yang lahir pada 19 Juli 1953, berhasil berkuliah di Universitas Northern Michigan pada tahun 1970 berkat beasiswa di bidang football.

Lima tahun kemudian, ia pun lulus dengan gelar Sarjana Sains dan mencoba bekerja di Hammarplast sebagai salesman peralatan rumah tangga. Sekadar informasi, Hammarplast merupakan perusahaan yang menjual alat coffee maker atau mesin pembuat kopi asal Eropa di Amerika Serikat. Berkat kegigihannya mengejar target, Howard Schultz pun berhasil menjabat sebagai direktur sales di perusahaan tersebut.

Sebagaimana dilansir dari laman Biography (22/4/2019), pada awal tahun 1980-an, Howard Schultz melihat data yang menunjukkan bahwa ia lebih banyak menjual coffee maker ke perusahaan kecil di Seattle dibandingkan pusat perbelanjaan ternama di Amerika Serikat. Perusahaan kecil tersebut bernama Starbucks Coffee Tea and Spice Company.

(Sumber: usatoday.com)

Melihat data tersebut, terketuklah hati dari Howard Schultz yang penasaran dengan operasional dari perusahaan tersebut. “Setiap bulan, setiap triwulan, angka-angka (penjualan coffee maker-red) naik, meskipun Starbucks hanya memiliki beberapa toko. Dan saya mengatakan, ‘Saya harus pergi ke Seattle,” ucapnya ketika mengenang Starbucks.

Kemudian pada tahun 1981, Howard Schultz pun melangkahkan kakinya di Starbucks untuk pertama kalinya yang kala itu masih baru beroperasi sekira 10 tahun dan hanya membuka usahanya di wilayah Seattle. Saat itu Starbucks dikelola oleh tiga orang yang terdiri dari Jerry Baldwin, Gordon Bowker, dan Zev Siegl. Ketiga orang inilah yang membuat logo putri duyung yang saat ini menjadi lambang ikonik dari Starbucks.

Saat berada di Starbucks, Howard Schultz untuk pertama kalinya mencoba sajian gilingan kopi yang ada di sana dan ia pun langsung jatuh hati. “Saya pergi keluar (Starbucks-red) berbisik pada diri sendiri, ‘Ya ampun, bisnis yang luar biasa, kota yang luar biasa! Saya ingin menjadi bagian dari ini,” tuturnya sebagaimana dikutip dari Astrumpeople (22/4/2019). Dari momen inilah, perjalanan Howard Schultz untuk membuat Starbucks mendunia dimulai.

Pada tahun 1982, sekira setahun setelah ia bertemu dengan para pendiri Starbucks...