Penyebab Milenial Kerap Gonta-Ganti Pekerjaan
Penyebab Milenial Kerap Gonta-Ganti Pekerjaan

Last update on .

Saat ini, generasi milenial menjadi sorotan di dunia kerja. Hal ini tidak mengherankan mengingat lebih dari seperempat jumlah populasi dunia adalah milenial. Di Indonesia sendiri, jumlah milenial diperkirakan mencapai 90 juta orang. Namun terdapat satu fenomena di dunia kerja yang acap kali melibatkan para milenial, yakni mereka mudah untuk bergonta-ganti pekerjaan. Kira-kira ada apa ya?

Mungkin pertanyaan tersebut dapat ditarik jawabannya berdasarkan survei yang dilakukan oleh firma LaSalle Network di Amerika Serikat. Mereka mengadakan survei tersebut pada waktu Oktober dan November 2018 dengan responden sebanyak 5.000 milenial di Negeri Paman Sam.

Sebagaimana dilansir dari laman Entrepreneur (26/4/2019), berdasarkan survei tersebut para milenial yang masih berada di tingkat entry-level pada jabatannya memandang mereka gonta-ganti pekerjaan karena dipicu tiga faktor utama. Faktor itu adalah evaluasi terhadap peran mereka ke depannya di perusahaan sebagai bentuk kompensasi, keseimbangan kehidupan serta pekerjaan, dan kultur perusahaan.

Penelitian serupa juga dilakukan oleh HubSpot. Berdasarkan survei yang dilakukan oleh perusahaan perangkat lunak tersebut terdapat hubungan antara fenomena gonta-ganti pekerjaan dengan budaya serta lingkungan rekan kerja di perusahaan. HubSpot menyatakan sekira 56 persen milenial dan generasi Z di Amerika Serikat percaya “atribut” tempat kerja terbaik yang dapat membuat mereka melakukan pekerjaan yang terbaik adalah orang-orang yang bekerja bersama mereka, mulai dari rekan kerja hingga atasan.

Berdasarkan survei tersebut, ditarik kesimpulan bahwa milenial membutuhkan perusahaan yang dapat membantu mereka secara finansial, tetap digaji saat cuti, dan memiliki pengaturan kerja yang fleksibel (termasuk diperbolehkan bekerja dari rumah). Jika mereka merasa bahwa beberapa aspek tersebut tidak terpenuhi, maka milenial dapat memutuskan untuk mengundurkan diri dan berpindah ke perusahaan lain.

Karena itu, berdasarkan laporan dari firma LaSalle Network, terdapat sejumlah hal yang bisa dilakukan oleh perusahaan demi mencegah para pegawainya yang milenial mudah resign.

Pertama adalah pentingkan komunikasi agar para pegawai merasa terdorong untuk berani berbicara jika merasa tidak senang dengan jobdesk mereka. Dengan demikian, pihak perusahaan dan pegawai bisa mencari solusi untuk hal tersebut. Kedua adalah mengizinkan mereka untuk mencoba berpindah tim atau departemen yang ada di perusahaan demi mengembangkan kemampuan mereka. Ketiga adalah memastikan terdapat ruang untuk sukses untuk milenial di mana perusahaan dapat memperlihatkan karyawan yang berhasil berkembang atau naik jabatan atas dedikasinya.