4 Kesalahan Founder Startup saat Memulai Bisnis (II-Habis)
4 Kesalahan Founder Startup saat Memulai Bisnis (II-Habis)

Last update on .

3. Bergerak Terlalu Cepat

Memiliki pola pikir untuk bergerak dengan cepat tidak ada salahnya, apalagi di dunia bisnis. Namun tidak ada salahnya, seorang founder startup “mengambil napas sejenak” dalam pengembangan bisnisnya. Pasalnya, banyak orang-orang yang bergerak di dunia startup akan menyarankanmu untuk bergerak secepat mungkin dengan terjun ke pasar, mengumpulkan orang-orang terbaik di bidangnya untuk bergabung dengan timmu sembari mencari modal.

Sebagaimana dilansir dari laman Entrepreneur (20/5/2019), hal di atas memang lumrah tapi banyak juga founder startup yang gagal karena bergerak terlalu cepat untuk mengembangkan perusahaannya. “Ambil satu langkah pada satu waktu dan pastikan untuk merayakan pencapaian serta tonggak utama di sepanjang jalan,” ucap Co-Founder Nest, Matt Rogers.

4. Membentuk Tim yang Salah

Saat founder startup mencari individu-individu yang dapat membantunya dalam mengembangkan ide bisnisnya, ia berusaha mempekerjakan orang-orang yang sudah berpengalaman. Ketika melalui proses wawancara, para individu tersebut dipandang memang cocok untuk jobdesk di perusahaan startup-mu. Namun percaya atau tidak, gagalnya perusahaan startup terkadang dimulai dari sini yang di mana dipicu dari founder yang salah dalam membentuk timnya.

 

Oleh karena itulah, sangat penting untuk seorang founder startup benar-benar harus memahami keperluan perusahaannya untuk merealisasikan ide bisnisnya dalam mempekerjakan orang-orang di timnya. Karena pengalaman yang tercantum di CV atau resume belum tentu mencerminkan kinerja kerja setiap harinya dari individu tersebut. Jadi sebagai founder startup, janganlah ragu untuk memberhentikan dan mempekerjakan orang baru demi kepentingan perusahaan.

5. Berlebihan serta Meremehkan Tantangan Pendanaan Startup

Para founder startup memiliki kebanggaan tersendiri ketika ada angel investor atau perusahaan modal ventura yang menyuntikkan dana benih atau seed funding. Namun tahap ini harusnya tidak membuat kamu merasa jemawa, karena funding ini hanya menjadi tahap awal putaran pendanaan di dunia entrepreneur.

Tonggak utama putaran pendanaan perusahaan startup adalah di Seri A. Founder startup tidak boleh meremehkan tantangan untuk mendapatkan putaran pendanaan ini. Pasalnya, pada tahapan ini founder startup akan mulai secara serius membangun kemitraan dengan perusahaan modal ventura yang kelak menyuntikkan dana. Di sini juga, founder startup harus memiliki pitch deck yang tepat dengan memperlihatkan tim yang tepat, rencana belasan bulan ke depan di bisnisnya, sampai roadmap dari produk kamu.