Meski Concern dengan Corona, Bill Gates Tetap Perhatikan Keluarganya
Meski Concern dengan Corona, Bill Gates Tetap Perhatikan Keluarganya

Last update on .

Belakangan, nama Bill Gates erat atau kerap dikaitkan dengan pandemi COVID-19. Ini bisa terjadi karena "ramalannya". Ya, pada tahun 2015 di TED Talk, pendiri Microsoft itu mewanti-wanti warga dunia akan datangnya virus yang membuat dunia lumpuh. Kini benar saja, virus Sars-CoV-2 telah membuat pandemi COVID-19 yang membuat sebagian besar negara menerapkan kebijakan lockdown dan social distancing. Selain itu, namanya juga makin erat dengan virus corona karena ia ikut ambil bagian secara langsung dalam penanganan masalah tersebut--baik secara moril maupun materiil.

Kendati terkesan fokus pada penanganan pandemi COVID-19, Bill Gates ternyata tidak sedikitpun mengurangi perhatian pada keluarganya. Perhatian seperti ini bahkan tidak berkurang sedikitpun saat ia masih menjabat sebagai CEO Microsoft. Padahal, banyak yang mengira bahwa dengan kesibukan sebagai CEO perusahaan besar, Bill Gates mungkin kesulitan membagi waktu bersama keluarga.

Fakta kalau Bill Gates tetap perhatian kepada keluarganya dalam segala kondisi dan posisi ini diungkapkan langsung oleh istrinya, Melinda Gates. Ia menjelaskan bahwa suaminya saat masih menjabat sebagai CEO Microsoft selalu menyempatkan diri untuk mengantarkan putrinya berangkat ke sekolah.

Ritual mengantar sekolah ini dilakukan Bill Gates saat putrinya, Jennifer Katharine Gates masih mengenyam bangku pendidikan di taman kanak-kanak. Melinda menjelaskan, tindakan ini dilakukan Bill Gates untuk membantu istrinya dalam menangani tugas rumah tangga.

Berdasarkan pengamatan Melinda Gates, tanpa disadari tanggung jawab mengurus rumah tangga banyak jatuh ke tangan istri dengan suami yang hanya fokus bekerja. Oleh karena itulah diperlukan komunikasi antara suami-istri dalam membagi tugas tersebut dan Bill Gates membuktikan bahwa komitmennya dulu sebagai CEO Microsoft tidak menghalanginya dalam meringankan beban rumah tangga.

“Kami berdua sepakat dengan sekolah yang menurut kami seharusnya dalam jangka panjang. Perjalanannya cukup jauh dari rumah kami. Dan saya berargumen akan banyak tahun di mana kami menyetir (untuk mengantar putrinya-red). Mungkin kami perlu mennggu dan menyekolahkannya ketika dia sedikit lebih besar,” tutur Melinda Gates, sebagaimana dikutip dari Businessinsider (26/4/2019).

(Sumber: monacoreporter.com)

“Bill sangat bersikeras bahwa ia pikir kita harus memulainya saat itu juga. Dan ia berkata, ‘Saya yang menyetir’,” sambung istri Bill Gates tersebut. Mellinda sempat terkejut dengan keputusan suaminya tersebut, mengingat sebagai beban kerja Bill Gates saat itu sangatlah besar sebagai CEO Microsoft. Bahkan usai mengantai, ia harus segera berangkat ke kantor.

Menariknya, berkat usaha Bill Gates tersebut, terjadi perubahan di TK yang jadi tempat Jennifer menimba ilmu. Suatu hari Melinda Gates memutuskan ingin mengantarkan putrinya ke sekolah, dan para orangtua murid yang lain pun menghampirinya. Ia terkejut ketika mendengar bahwa beberapa pekan setelah Bill Gates mengantarkan Jennifer, para ayah yang lain juga turut mengantar putrinya ke sekolah.

“Mereka mengatakan, “Ya, kami pulang ke rumah dan memberitahujan suami kami, jika Bill Gates yang merupakan CEO Microsoft dapat mengantarkan anaknya ke sekolah, kamu juga bisa melakukannya!’,” cerita Melinda. Di momen itulah, Melinda dan Bill Gates menyadari bahwa dengan mencoba membuat keseimbangan dalam mengemban tanggung jawab rumah tangga, keduanya juga mempengaruhi keluarga lain untuk melakukan hal yang serupa.

Melinda menjelaskan bahwa dengan menanggung mayoritas tanggung jawab di rumah tangga, karier istri di dunia kerja dapat terhambat jauh dibandingkan suaminya. Karena itulah, ia mengingatkan jika seorang CEO Microsoft dapat melakukannya maka semua suami pun dapat mencoba hal yang sama. Selain itu dengan melakukan hal sederhana seperti mengantar anak ke sekolah, Melinda menambahkan bahwa kegiatan ini semakin mendekatkan Bill Gates dan putrinya.