Cara Menjaga Fokus di Kantor Berkonsep Open Office
Cara Menjaga Fokus di Kantor Berkonsep Open Office

Last update on .

Saat ini, banyak perusahaan yang menerapkan konsep interior open office di kantornya. Pada konsep ini, meja para pekerjanya tidak terpisahkan oleh cubicle atau ruangan khusus. Dengan konsep ini, para pekerja satu dengan yang lainnya diharapkan lebih dapat berkomunikasi dengan mudah serta bekerja sebagai tim yang solid. Tapi di sisi lain, konsep ini terkadang membuat beberapa karyawan sulit fokus karena terlalu ramai.

Bila kamu bekerja di kantor dengan konsep ini, maka kamu akan tahu bagaimana sulitnya berkonsentrasi. Pasalnya, walau kamu berusaha terus menatap layar komputer, sudut pandanganmu akan melihat aktivitas para rekan kerja yang lalu lalang. Selain itu, ada saat momen ketika kamu dikejar deadline, terdengar musik yang dinyalakan oleh rekan kerjamu dan bisa merusak fokusmu.

Jadi bisa dibayangkan, betapa sulitnya fokus bekerja di kantor yang menerapkan open office. Untungnya, ada langkah yang bisa kamu ambil demi meminimalisir hal-hal yang bisa mengganggu konsentrasimu. Sebagaimana dilansir dari laman Forbes (16/4/2019), berikut cara agar tetap bisa fokus di open office.

1. Mencari “lapak” Khusus

Kata “lapak” di sini adalah hanyalah sebuah pengandaian yang menggambarkan area khusus yang jauh dari meja kerjamu. Walau kantormu memiliki konsep open office, pasti terdapat cubicle kosong atau area yang tidak banyak dikunjungi oleh para rekan kerjamu. Kamu bisa memanfaatkannya jika membutuhkan privasi agar bisa fokus bekerja.

2. Memasang Tanda “Jangan Ganggu”

Jika kamu enggan untuk harus terus mengunjungi “lapak” khususmu, maka kamu bisa meletakkan tanda “Don’t Disturb” atau “Jangan Ganggu” di mejamu. Dengan ini, kamu setidaknya memberikan penegasan bahwa membutuhkan konsentrasi untuk fokus bekerja dan enggan diganggu. Selain itu, ini juga bisa mengurangi keinginan rekan kerja mengajakmu mengobrol.

3. Memberikan Gestur Konsentrasi

Bila menurutmu memasang tanda “Jangan Ganggu” terkesan dapat membuatmu dipandang “tertutup, maka cara lainnya adalah memunculkan gestur tertentu. Kamu bisa menggunakan headphone atau earphone saat akan fokus bekerja. Dengan ini rekan kerjamu akan memahami bahwa gestur tersebut sama dengan kamu meminta jangan diganggu.

Selain itu jika mereka memang terpaksa memanggilmu, mereka akan menepuk pundak atau melambaikan tangan ke arahmu. Setidaknya ini mengurangi suara-suara yang ditimbulkan dari sekitar meja kerjamu. Bisa juga gestur itu dalam bentuk ucapan. Jadi saat kamu membutuhkan konsentrasi untuk fokus bekerja, kamu bisa menyampaikan bahwa kamu memiliki target atau deadline jadi tidak bisa diganggu dulu atau akan kembali mengobrol saat masuk jam makan siang.