Cara Berkomunikasi yang Benar dengan Atasan
Cara Berkomunikasi yang Benar dengan Atasan

Last update on .

Salah satu unsur terpenting dalam dunia kerja atau profesional adalah komunikasi. Sebab dengan komunikasi yang baik dan benar, pekerjaan yang dilakukan akan berjalan lancar, dan karir pun menjadi moncer. Komunikasi ini menjadi semakin penting apabila kita melakukannya dengan atasan.

Komunikasi dengan atasan bisa jadi penentu mengenai baik atau tidaknya kita di mata mereka. Oleh sebab itu, penting kiranya bagi setiap pegawai untuk memahami cara berkomunikasi yang benar dengan atasan. Jangan sampai, karena menganggap remeh hal tersebut, komunikasi yang dilakukan malah menimbulkan konflik karena adanya kesalahpahaman. 

Melansir laman Dnetwork (24/09/2014), ternyata ada beberapa hal yang bisa kamu lakukan untuk mengasah kemampuan berkomunikasi yang baik dengan atasan. Hal-hal yang dimaksud antara lain:

1. Mendengarkan

Mendengarkan seseorang bicara merupakan komunikasi yang efektif. Komunikasi ini akan berjalan dengan baik bila Kamu sebagai seorang bawahan mendengar atasan sedang bicara. Dengarkan dengan seksama. Mendengarkan dengan baik dapat terlihat dari keseriusan dan antusiasme dalam mendengarkan sebuah infromasi atau instruksi dari atasan. Jangan sibuk mempermainkan sesuatu, atau melirik kesana-kemari, atau pandangannya terlihat kosong. Hal ini jelas komunikasi tidak efektif karena tidak mendengarkan dengan baik.

2. Bertanya dan Memberi Tanggapan

Bila seorang atasan memberikan suatu perintah kepadamu sebagai orang bawahan, sebaiknya bertanya bila Kamu tidak mengerti dengan instruksi yang sudah diberikan. Begitu juga bila Kamu merasa perlu memberikan ide, untuk memperkuat ataupun merubah instruksi dari atasan, lakukanlah dengan cara yang sopan dengan alasan-alasan yang kuat, supaya Kamu tidak dianggap sebagai karyawan yang sulit diatur. Untuk itu, Kamu harus mempelajari karakter dari atasan, agar Kamu bisa mencari waktu dan sikap yang tepat untuk berkomunikasi dengannya.

3. Gunakan Kalimat bersifat Positif dan Bahasa yang Efektif

Betapa pentingnya memilih kalimat yang baik saat berbicara dengan seorang atasan. Gunakan intonasi suara yang merendah. Dan hindari menggunakan bahasa atau istilah-istilah yang terlalu tinggi sehingga tidak dimengerti oleh atasan. Komunikasi yang efektif bukan dinilai dari canggihnya kata-kata atau bahasa yang digunakan tetapi dari mudah atau tidaknya bahasa tersebut dipahami oleh lawan bicaramu.

4. Bahasa Tubuh dan raut wajah

Bahasa tubuh seringkali bisa dapat dengan mudah ditebak oleh lawan bicara. Ketika bicara dengan atasanmu, jangan membungkuk atau melakukan gerakan-gerakan tubuh yang menimbulkan perasaan tidak nyaman pada lawan bicara. Hindari pula menampilkan raut wajah negatif yang dapat menimbulkan persepsi negatif saat berkomunikasi dengan atasanmu.