Fungsi Portofolio untuk Pencari Kerja
Fungsi Portofolio untuk Pencari Kerja

Last update on .

Biasanya, saat kamu melamar pekerjaan dan menghadiri wawancara kerja, perusahaan meminta curriculum vitae atau CV dan resume. Namun jika kamu melamar di perusahaan yang bergerak di bidang industri kreatif dan media, acap kali pihak HRD atau manajer perekrutan memintamu membawa portofolio, atau memintamu menunjukkan portofolio online-mu. Lantas, apa fungsi dari portofolio tersebut apa ya?

Untuk menjawab pertanyaan di atas, kamu bisa mengandaikan portofolio layaknya kredensial milikmu. Portofolio itu berisi beragam informasi yang bisa menjadi pembeda utama di antara kandidat lainnya yang hadir pada proses wawancara kerja tersebut. Portofolio itu bisa berbentuk hard copy atau online.

Sebagaimana dilansir dari The Balance Careers (14/6/2019), portofolio itu juga berfungsi sebagai bukti kepada perekrut atau user di perusahaan mengenai prestasi, keterampian, dan kemampuanmu di dunia profesional. Langkah ini juga penting untuk menunjukkan kualitas pengalamanmu yang selama ini didapatkan baik di tempat kerja sebelumnya atau saat di kuliah.

Portofolio yang komprehensif biasanya menyantumkan resume, contoh tulisanmu saat dulu bekerja, hingga gambar digital yang pernah dulu dibuat jika kamu seorang grafik desainer. Soft copy video dan audio yang pernah kamu buat juga masuk ke dalam kategori portofolio.

Sekadar informasi, lowongan pekerjaan di bagian iklan, jurnalisme, desain grafis, desain web, fotografi, serta iklan merupakan jenis pekerjaan yang kerap kali membutuhkan dirimu memiliki portofolio. Karena portofolio itu juga menjadi bahan penilaian terhadap kreativitasmu.

Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa portofolio selain versi hard copy, bisa juga dibuat secara online. Hal ini bisa dimanfaatkan jika kamu sekaligus melamar beberapa pekerjaan sekaligus yang membutuhkan portofolio saat wawancara kerja. Pasalnya, kamu tidak perlu mencetak ulang setiap karya yang telah kamu buat tersebut untuk ditunjukkan kepada pihak pewawancara.

Jika tertarik membuat portofolio online, kamu setidaknya harus memiliki keterampilan dalam mendesain web atau meminta bantuan jasa pembuatannya. Kamu bisa memanfatkan WordPress, Squarspace, hingga Tumblr yang di mana ketiganya kerap digunakan oleh orang-orang yang bekerja di industri kreatif menunjukkan karya mereka.

Jika kamu seorang jurnalis atau Public Relation yang kerap membuat artikel atau press reliease ada baiknya kamu menggunakan muckrack.com. Dengan Muck Rack, kamu bisa memasukkan berbagai artikelmu di portofoliomu yang dibuat di sana. Muck Rack juga memiliki tool yang dapat melihat seberapa banyak artikelmu yang di-share secara online oleh netizen.