Positif-Negatif Kerja Freelance
Positif-Negatif Kerja Freelance

Last update on .

Banyak pertimbangan untuk bekerja di ranah freelance saat ini. Dari mulai yang enggan terikat dengan jadwal serta peraturan perusahaan, hingga ingin waktu yang fleksibel agar bisa lebih dekat dengan keluarga. Namun sebenarnya, apa ya sisi positif dan negatifnya dari pola kerja freelance? Karena percaya atau tidak, banyak hal yang perlu kamu pertimbangkan sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempatmu bekerja sekarang dan menjadi pekerja lepas.

Untuk memudahkanmu dalam menilik mengenai kerja freelance, berikut ini sisi positif dan negatif kerja freelance yang dilansir dari The Balance Careers (2/4/2019):

Positif

1. Mudah Mengatur Jadwal

Alasan ini biasanya menjadi pertimbangan terbesar dari orang-orang yang memilih untuk kerja freelance. Karena sebagai pekerja lepas, perusahaan atau pihak yang menggunakan jasamu hanya memberikan tugas serta deadline-nya. Mereka tidak mengarahkan cara serta metode penyelesaiannya. Jadi, kamu bisa menentukan sendiri kapan serta di mana pengerjaannya dan bisa lebih memanfaatkan waktu untuk keluarga atau orang yang dikasihi.

2. Pemasukan Tidak Dipotong Pajak

Para pekerja kantoran yang memiliki status sebagai pegawai kontrak atau tetap, kerap kali membawa take home pay atau gaji mereka setiap bulannya dalam keadaan sudah terpotong pajak. Sedangkan dengan kerja freelance, pendapatanmu tidak mendapatkan potongan pajak bulanan. Sehingga jika kamu kerap menerima banyak klien, maka akan lebih besar pendapatan yang diterima dibandingkan pekerja kantoran.

3. Lebih Mudah Berpindah Pekerjaan

Dengan kerja freelance, kamu lebih mudah mencari perusahaan yang cocok untuk menjadi klienmu. Jadi kamu bisa menentukan bila bekerja dengan perusahaan A tidak sejalan dengan mindset-mu, maka kamu bisa memilih untuk tidak menjadikan perusahaan tersebut sebagai klienmu lagi. Sedangkan pegawai kantoran terikat dengan kontrak, sehingga jika mereka di kantor dengan suasana yang tidak enak, maka kamu harus memutuskan resign agar bisa berpindah pekerjaan.

C:\Users\ASUS\AppData\Local\Microsoft\Windows\INetCache\Content.Word\36906996_l.jpg

Negatif

1. Berisiko Mengeluarkan Biaya Lebih Besar

Saat kamu kerja freelance, terdapat risiko kamu mengerluarkan biaya yang lebih besar. Walau pemasukanmu tidak dipotong pajak bulanan, tapi kamu harus mengeluarkan biaya untuk internet bulanan, hingga membayar ongkos jika kamu harus melakukan rapat dengan klien. Tidak lupa juga kamu harus mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli keperluan ATK.

2. Tidak Menerima Benefit

Saat kamu menjadi pegawai kantoran, selain menerima gaji kamu juga menerima benefit. Bentuknya bisa cuti tahunan sampai asuransi. Tapi saat kamu kerja freelance, kamu harus mengeluarkan semua biaya sendiri jika kamu atau keluargamu jatuh sakit.

3. Harus Siap Menagih Bayaran

Salah satu tahap yang paling membuat geram para pekerja lepas adalah penagihan invoice yang notabene merupakan momen kamu dibayar oleh klien. Berbeda dengan gaji yang datang setiap bulannya yang di mana pekerja kantoran tidak perlu menagih, jika kamu kerja freelance, maka kamu harus siap terus menagih bayaran. Terkadang ada saja klien yang “nakal” dan banyak berkilah untuk mengundur waktu pembayaran.