(Sumber: Hercampus.com)
(Sumber: Hercampus.com)

Last update on .

Saat ini profesi sebagai Youtuber banyak digandrungi oleh milenial dan Generasi Z. Pasalnya jika mereka sukses di platform tersebut, maka kepopuleran dan pemasukan akan datang dengan mudah. Setiap Youtuber pun memiliki kisah dan hobinya masing-masing yang akhirnya menuntun mereka untuk membuat konten di Youtube. Salah satunya adalah Cody Ko yang menjadikan prestasi orangtuanya sebagai panutan utama agar ia bisa sukses di platform berbagi video tersebut.

Pria yang bernama Cody Kolodziejzyk awalnya tidak pernah berpikir untuk berprofesi sebagai Youtuber. Ia berkuliah di Universitas Duke dengan mengambil jurusan ilmu komputer. Kemudian setelah lulus, Cody Ko pun bekerja di Silicon Valley selama beberapa tahun. Pada titik tersebut, ia mulai merasa bosan dan teringat dengan apa saja prestasi dari orangtuanya.

“Ibuku saya menjual bisnis perangkat lunak ketika dia masih muda. Ayah saya juga sama. Jadi, mereka berdua sangatlah wirausahawan. Dan kemudian keduanya mulai ikut lari maraton. Ayah saya memecahkan rekor dunia untuk jarak terpanjang yang ditempuh dalam 24 oleh tenaga manusia,” ungkap Cody Ko, sebagaimana dikutip dari Forbes (31/5/2019).

“Ia merekayasa sepeda dan mengendarainya di trek selama 24 jam dan memecahkan rekor dunia tersebut. Dan kemudian, ibu serta ayah saya mulai ikut kompetisi Ironman. Sekarang mereka mengikuti ultramaraton yang berjarak 100 mil. Mereka gila. Jadi, saya terinspirasi seluruh hidup saya. Itu membuat saya ingin melakukan dan menguasai hal berbeda,” lanjutnya.

(Sumber: highlandernews.org)

Setelah ia mengundurkan diri dari Silicon Balley, Cody Ko melakukan perjalanan backpacking bersama temannya di wilayah Asia Tenggara. Di saat yang sama, ia memulai bisnis startup aplikasi kartu ucapan untuk membiayai perjalanannya tersebut. Saat kembali ke Amerika Serikat, Cody pun bekerja sebagai programmer dan di saat itu ia bertemu dengan Noel Miller yang akhirnya membantunya membulatkan tekadnya menjadi Youtuber.

Pada saat itu, ia memang sudah memiliki channel YouTube serta podcast dan kerap mengajak Noel berkolaborasi. “Dengan saya dan ia, ini menjadi ‘aliran’ yang mudah, di mana itu sangat langka. Sekitar setahun kemudian, saya berhenti dari pekerjaan saya untuk berfokus secara penuh di YouTube dan podcast,” tutur Cody Ko.

“Ketika ia (Noel) diberhentikan, saya berkata, ‘Jangan mencari pekerjaan lain sekarang. Kita bisa mendapatkan Patreon dan mendapatkan uang langsung. Jadi, kita tidak perlu menunggu pengiklan. Sudah satu setengah tahun dan kami (The Tiny Meat Gang Podcast menjadi-red) Patreon terbesar ke-24 di situs tersebut,” tambahnya.

Selain memberikan konten komedi yang menghibur Patreon-nya dan jutaan follower-nya, Cody Co juga mencoba membuat musik hip hop. Pada awalnya, ia dan Noel hanya iseng membuatnya untuk mengejek lagu buatan Jake Paul. Namun lambat laun, banyak follower-nya yang menikmatinya. Oleh karena itulah, selain menjadi Youtuber, ia juga menciptakan lagu-lagu hip hop.