2 Sikap Penting dalam Menjalin Komunikasi dengan Rekan Kerja
2 Sikap Penting dalam Menjalin Komunikasi dengan Rekan Kerja

Last update on .

Saat kamu bekerja bersama tim, tentu saja komunikasi menjadi kuncinya. Tapi sayangnya, hal ini terkadang terhambat dengan berbagai alasan dan berakhir dengan saling melemparkan kesalahan. Atau ketika kamu menghubungi rekan kerjamu via Whatsapp atau email, mereka tidak membalas. Hal ini sebenarnya mengerucut kepada satu hal yakni penyampaian yang kurang tepat dari gaya komunikasimu. Oleh karena itulah dibutuhkan sikap yang dapat meningkatkan komunikasi dengan rekan kerja.

Penasaran apa saja sikapnya? Berikut ini dua sikap tersebut sebagaimana dilansir dari Forbes (29/4/2019):

Kesadaran Diri

Saat di kantor pasti kamu memiliki rekan kerja yang tidak peduli dengan sikapnya serta lingkungannya. Bahkan ia tidak sadar bahwa sikapnya terkadang membuat banyak orang geram dan berkomunikasi sesuka hatinya. Demi memastikan kamu dapat berkomunikasi dengan rekan kerja secara baik dan tidak serupa dengan orang seperti itu, maka diperlukan kesadaran diri.

Kesadaran diri yang dimaksud adalah kamu memahami dirimu sendiri dari berbagai segi. Contohnya adalah kelemahan, kekuatan, emosi, hingga motivasimu. Dengan ini kamu dapat menyadari bagaimana energi yang kamu keluarkan, khususnya saat kamu berinteraksi dengan orang lain termasuk rekan kerjamu. Dengan kesadaran diri, kamu bisa menyadari sikapmu sendiri serta respon orang lain saat kamu mencoba berkomunikasi dengan mereka.

Kesadaran diri juga membuatmu semakin sadar dengan lingkunganmu. Contohnya adalah situasi di mana ternyata salah satu rekan kerjamu tidak memahami dengan tugas yang kamu berikan. Namun karena dipicu sikapnya yang tertutup, ia jadi enggan bertanya dan berakhir dengan pekerjaanmu sebagai tim terhambat. Melalui soft skill kesadaran diri, kamu dapat mencoba beradaptasi dan mengontrol pesan serta metodenya yang akan membantumu berkomunikasi dengan rekan kerja tersebut.

Empati

Seperti sikap sebelumnya, soft skill satu ini juga difokuskan terhadap orang lain. Karena sering kali komunikasi dengan rekan kerja tidak terjalin dengan baik atas dasar asumsi bahwa mereka memiliki jalan pikiran yang sama denganmu dan memahami semua yang kamu sampaikan. Atas dasar pemikiran tersebut untuk meningkatkan komunikasi dengan rekan kerja yang kamu butuhkan adalah empati.

Sekadar informasi, empati merupakan sikap di mana kamu mencoba menempatkan dirimu pada posisi orang lain sekaligus mencoba memahami sudut pandang mereka. Dengan empati, kamu dapat melihat rekan kerja bukan hanya sekadar orang yang akan membantumu dalam melakukan jobdesk semata. Empati ini juga menjadi pondasi kamu penasaran serta peduli dengan rekan kerjamu.

Jadi tidak ada salahnya jika kamu banyak bertanya dengan rekan kerja terkait hal-hal di luar pekerjaan. Jika mereka merasa pertanyaanmu menunjukkan bahwa kamu peduli, maka ini akan membuat rekan kerjamu lebih terbuka dan ini penting untuk lebih memahami mereka. Selain itu dengan empati, kamu dapat menerapkan lebih banyak mendengar dibandingkan berbicara.