(Sumber: vanityfair.com)
(Sumber: vanityfair.com)

Last update on .

Perjalanan menjadi seorang entrepreneur yang sukses selalu dimulai dengan dorongan serta motivasi yang kuat dalam dirimu agar bisa memiliki pola pikir kewirausahaan. Namun saat kamu sudah memilikinya, lantas apalagi yang dibutuhkan? Pendiri dan CEO Amazon Jeff Bezos memiliki jawabannya. Ia mengatakan bahwa seorang entrepreneur juga perlu kesiapan diri untuk mengambil risiko besar dan menghadapi kegagalan.

Saran tersebut disampaikan dalam acara Amazon re:Mars yang diadakan pada awal Juni 2019 di Las Vegas, Amerika Serikat. Kala itu, Jeff Bezos diminta untuk memberikan “wejangan” bagi orang-orang yang tertarik untuk memulai bisnisnya sendiri. Hal yang dipertegas oleh CEO Amazon tersebut adalah terkait risiko.

“Mengambil risiko. Kamu harus mau mengambil risiko. Jika kamu memiliki ide bisnis tanpa risiko, maka mungkin (ide bisnis-red) itu sudah pernah dilakukan. Kamu harus memiliki sesuatu yang mungkin tidak berhasil. Dalam banyak hal, ini akan menjadi suatu eksperimen,” ucap Jeff Bezos, sebagaimana dikutip dari Entrepreneur (11/6/2019).

Mungkin kamu bertanya-tanya mengapa harus berkeksperimen dengan ide bisnis yang berisiko? Mengapa tidak menerapkan usaha yang terbukti populer dan hanya sedikit memodifikasinya? Jeff Bezos menyebut bahwa eksperimen terhadap bisnis itu penting untuk menghadapi kegagalan yang menjadi bagian penting dari perjalanan entrepreneur agar bisa sukses.

Sekadar informasi, penjelasan Jeff Bezos itu memang berdasarkan pengalamannya. Ia mendirikan usaha toko buku online bernama Cadabra yang akhirnya diganti Amazon pada 5 Juli 1994 dan kala itu ia menerima investasi sekira USD300.000. Menariknya, saat itu Jeff Bezos dikabarkan sudah bersiap menghadapi kegagalan dengan ide bisnisnya tersebut. Pasalnya, ia memberikan peringatan kepada para investor bahwa terdapat 70 persen kemungkinan bahwa Amazon dapat bangkrut.

Namun, eksperimen yang dilakukan oleh Jeff Bezos tersebut terbukti sukses dengan semakin berkembangnya Amazon hingga menjadi perusahaan e-commerce. “Kami (entrepreneur-red) mengambil risiko setiap saat, kami berbicara tentang kegagalan. Kami membutuhkan kegagalan besar untuk menggerakkan ‘jarum’. Jika tidak, kami tidak akan mengayunkan dengan kuat. Kamu harus mengayunkan dengan keras, dan kamu akan gagal, tetapi tidak apa-apa,” ujar CEO Amazon tersebut.