(Sumber: indonesiatatler.com)
(Sumber: indonesiatatler.com)

Last update on .

Nama Yoris Sebastian sudah tidak asing lagi dalam perkembangan industri kreatif Tanah Air. Sebelum sukses dalam bidang kreatif, di usia 26 tahun ia sudah menjadi General Manager (GM) termuda se-Asia. Yoris pernah bekerja di Hard Rock Café menjabat sebagai General Manager.

Saat menjabat sebagai GM di Hard Rock Café, ide kreatifnya muncul. Ia mulai berpikir out of the box kala menciptkan event musik pada hari senin yang bertema I Love Monday pada tahun 2003.

Pada tahun yang sama, Yoris juga membuat sebuah program Destination Nowhere. Program ini merupakan acara di mana Band Cokelat sempat meluncurkan albumnya di udara, di atas ketinggian 30.000 kaki. Acara tersebut mendapatkan respon yang positif yang datang dari Museum Rekor Indonesia (MURI).

Jika mengingatnya sukses seperti sekarang, kita tidak pernah tahu bahwa Yoris sempat memutuskan untuk berhenti kuliah.

Setelah menduduki jabatan yang enak menjadi GM, Yoris yang sudah berjiwa kreatif ini memutuskan untuk resign. Lantas, karirnya pun terus berlanjut hingga pada tahun 2007 ia mendirikan perusahaan konsultan kreatif bernama Oh My Goodness (OMG). Karyawannya terdiri dari anak-anak muda. Dan Yoris juga sering membuka program magang untuk mahasiswa yang ingin belajar tentang bisnis kreatif.

Sejalan dengan mendirikan konsultan kreatif itu, ide kreatif Yoris semakin berkembang. Untuk kliennya ia pernah membantu mengembangkan bisnis konsep ruang rapat fpod di FX Jalan Sudirman, kreatif konseptor Rasuna Epicentrum dengan mengusung konsep The Creative Capital of Jakarta, event consultant Black Innovation Award 2009 dan International Young Creative Entreprenuer Award British Council Indonesia, pemasaran dengan konsep word of mouth untuk XL dan kosmetik Caring Colours, konsultan pemasaran kreatif film remaja Queen Bee (2009) dan Ketika Cinta Bertasbih (2009), hingga konsep bisnis inovatif untuk perusahaan jasa Avia Tour.