6 Fashion Kantor yang Harus Dihindari (Part II)
6 Fashion Kantor yang Harus Dihindari (Part II)

Last update on .

Sendal Jepit

Jika kamu termasuk pegawai kantoran yang sudah lama bekerja, maka melihat orang-orang yang menggunakan sendal jepit merupakan pemandangan yang biasa. Bahkan tidak sedikit yang menjadikan alas kaki ini sebagai bagian dari fashion kantor. Padahal, sendal jepit sebenarnya termasuk fashion item yang jelas harus dihindari. 

“Tidak ada tempat di mana sendal jepit dapat diterima. Saya tidak peduli betapa berkilaunya atau mewahnya serta mahalnya (benda itu-red), sendal jepit berteriak ‘jangan anggap saya serius,” ucap career coach Krista Morris, sebagaimana dikutip dari rd.com (1/4/2019).

Pengamat dunia kerja di Fitsmallbusiness, Laura Handrick menuturkan bahwa pada umumnya pria harus menghindari sendal jepit sebab dapat menunjukkan kuku kaki yang tak terurus dan tumit yang retak-retak. Sendal jepit termasuk lumrah jika kamu mengenakannya ketika break ibadah salat, tapi tidak lumrah jika digunakan setiap waktu.

Pakaian yang Terlalu Santai

Saat ini sudah banyak perusahaan di bidang IT dan startup yang menerapkan fashion kantor yang bersifat kasual. Jika kamu termasuk orang yang lelah untuk menggunakan kemeja, celana bahan atau rok formal, serta sepatu pantofel setiap harinya, maka bekerja dengan dress code yang kasual dapat menjadi pilihan.

Walau dress code kasual, ini bukan berarti kamu bisa menggunakan pakaian yang terlalu santai. Kamu harus menghindari t-shirt dan celana pendek. Jika kamu terpaksa menggunakan t-shirt dengan alasan kemeja atau polo shirt-mu belum kering, maka hindari yang memiliki tulisan dan gambar yang bersifat penghinaan atau dapat menyinggung rekan kerjamu.

Parfum yang Menyengat

Menggunakan parfum dan cologne termasuk sebagai fashion kantor. Pasalnya, kamu tidak ingin aroma dari perjalananmu menuju kantor terbawa ke ruangan. Karena itulah, menggunakan wewangian di tubuh menjadi kewajiban yang tak tertulis bagi para pegawai kantoran.

Namun, kamu harus menghindari parfum yang terlalu menyengat atau terlalu banyak disemprotkan ke tubuhmu. Hal yang diinginkan kamu adalah terlihat rapi dengan fashion item pilihanmu, dan wangi ketika bertemu rekan kerja, atasan, atau klienmu, bukan membuat mereka pusing dengan aroma parfum yang overpower. “Kamu tidak ingin orang-orang batuk ketika kamu masuk ke dalam ruangan,” ucap Direktur Pusat Pelayanan Karir di Universitas Delaware, Jill Gugino Pante.

Sebelumnya...