Cara membangun tim dalam bisnis startup
Cara membangun tim dalam bisnis startup

Last update on .

Dalam membangun bisnis startup, terdapat sejumlah elemen penting yang perlu dimiliki oleh founder-nya. Tentu saja konsep serta modal untuk memulai bisnisnya merupakan yang utama. Tapi selain itu, dibutuhkan tim untuk membantumu merealisasikan konsep startup tersebut. Pasalnya, tim dalam startup bekerja layaknya ‘fondasi’ dalam bisnis yang dibangun. Karena itu, sangat penting bagi para entrepreneur untuk mengetahui bagaimana cara membangun tim tersebut melalui individu-individu yang melamar untuk bekerja bersamamu.

Mengapa cara ini penting? Pasalnya, baik dari proyek kecil sampai merealisasikan perusahaan yang Kamu bangun, penting untuk memastikan semua orang yang terlibat dalam bisnis startup berusaha mengejar tujuan yang sama denganmu. Dari mulai permasalahan kecil di internal hingga menghadapi tantangan yang menghalau pengembangan startup-mu, semua yang bekerja harus memahami arah perusahan serta rencana untuk mencapainya.

Bila Kamu sudah memahami mengenai pentingnya pembangunan tim tersebut, maka langkah selanjutnya adalah memulai mencari kandidatnya. Untuk memudahkannya, berikut ini tahap-tahapnya yang dilansir dari smallbiztrends (21/3/2019):

1. Memulai Penentuan Posisi dan Networking

Posisi yang paling sering dibutuhkan dalam bisnis startup adalah orang-orang yang mampu membantu Kamu dari sisi teknologi, sales, pemasaran, dan akunting. Kemudian Kamu mulai menuliskan deskripsi pekerjaan apa yang akan diemban para kandidat di bisnis startup yang dibangun, serta kisaran gaji dan benefit yang akan diterima. Setelah itu, baru menentukan metode rekrutmen. Langkah ini bisa dilakukan melalui job fair, atau menggunggahnya di laman untuk para job seeker.

Kamu juga perlu membangun networking atau jaringan untuk membangun bisnis startup. Kamu bisa menginvestasikan waktu serta energi untuk membangun hubungan dengan para founder lainnya dengan menghadiri event atau konferensi startup. Ini juga bisa menjadi langkah untuk bertemu dengan individu yang dapat ikut bekerja di bisnis startup-mu.

2. Jelaskan Visi dan Misi Startup Kamu

Ketika bertemu dengan kandidat yang memenuhi persyaratan lowongan pekerjaan, Kamu bisa menjelaskan visi serta misi startup yang dibangun. Kemudian lihat motiviasi, pertanyaan, serta minat dari mereka, apakah semua itu bisa sejalan dengan rencanamu. Selain itu, Kamu juga bisa memberikan penjelasan terkait insentif seperti pelatihan dan promosi kepada kandidat tersebut untuk membuat mereka lebih termotivasi.

3. Jadikan Proses Wawacara sebagai Sesi Interaktif

Usahakan Kamu memberikan sedikit pertanyaan, dan biarkan kandidat yang datang lebih banyak berbicara. Kamu bisa memberikan semacam pertanyaan bayangan mengenai posisi di mana para kandidat ditempatkan dalam pengaturan tim, dan perhatikan strategi mareka dalam pengaturannya untuk menilai kemampuan dalam mengambil keputusannya. Kamu bisa langsung memberikan respons terhadap paparan si kandidat untuk membuat komunikasi terkesan dua arah.

4. Tentukan Secepatnya

Setelah mewawancarai sejumlah kandidat dan Kamu sudah menentukan mana yang cocok, maka jangan ragu untuk memberikan kabar dalam waktu 24 jam. Dengan begitu, Kamu tidak perlu berlama-lama menunggu untuk memulai proses pembangunan tim di bisnis startup-mu.

Ke depannya, perlu jadi catatan bahwa sebagai seorang founder, Kamu jangan ragu untuk bertindak jika mendapati masalah di dalam tim . Sebab dalam membangun bisnis startup dibutuhkan komitmen jangka panjang. Sehingga jika mendadak “rusak di tengah jalan”, maka ini bisa membuat bisnismu yang terkena dampaknya. Jadi bila Kamu melihat ada salah satu orang di tim yang dirasa tidak tepat untuk jabatan di usahamu, maka jangan ragu untuk memberhentikan. Karena ini demi menghindari suasana di perusahaan Kamu menjadi “toxic” hingga mengganggu kinerja tim.