(Sumber : delltechnologies.com)
(Sumber : delltechnologies.com)

Last update on .

Saat ini, di Tiongkok sedang booming berbagai perusahaan teknologi yang bersaing untuk meluncurkan produk-produk terbarunya. Sayangnya, karena persaingan tersebut, banyak para pegawai di perusahanan itu dipaksa untuk bekerja lembur, bahkan pada akhir pekan. Pendiri Alibaba Group, Jack Ma membuka suara terkait hal tersebut. Ia menegaskan hal tersebut tidak bagus untuk jangka panjang.

Pernyataan dari Jack Ma tersebut muncul usai perdebatan yang ramai dibicarakan oleh para pegawai di perusahaan teknologi Tiongkok. Melalui internet, mereka curhat mengenai jadwal masuk kerja yang dikenal dengan istilah “996”. Istilah ini mengacu kepada para pegawai di perusahaan teknologi yang masuk dari jam 9 pagi hingga jam 9 malam selama enam hari dalam sepekan.

Para pegawai tersebut mendiskusikan masalah lembur ini dalam grup bernama “996.ICU” di GitHub. Sebagaimana dilansir dari Businessinsider (30/4/2019), nama tersebut dipilih atas pandangan bahwa orang-orang yang bekerja dengan jadwal 996 maka bisa berakhir di unit perawatan intensif di rumah sakit atau ICU akibat kelelahan.

Mendengar hal tersebut, Jack Ma awalnya berkomentar bahwa bekerja lembur sebenarnya dapat menjadi ‘berkah’ bagi para pekerja muda yang menemukan karier pilihan mereka untuk didedikasikan. Namun di sisi lain, langkah lembur ini dapat sangat tidak sehat jika mereka yang bekerja di ranah tersebut tidak menemukan passion-nya.

(Sumber: weforum.org)

“Jika kamu menemukan pekerjaan yang disukai, permasalahan 996 tidak akan muncul. Jika kamu tidak bersemangat dengan pekerjaan itu, setiap menit pergi bekerja merupakan siksaan,” jelas pendiri Alibaba Group itu melalui posting-an di Weibo.

Jack Ma menegaskan, tidak ada satu orang pun yang ingin bekerja di perusahaan yang memaksa pegawainya melakukan lembur secara berlanjutan. “Tidak hanya itu tidak manusiawi, itu tidak sehat dan bahkan lebih tidak berkelanjutan untuk jangka panjang. Ditambah (para) pekerja, keluarganya, serta hukum tidak menyetujui hal tersebut,” lanjutnya.

Miliuner asal Tiongkok itu memperingatkan kepada perusahaan yang memiliki budaya lembur tersebut. Ia menyebut dalam jangka panjang, walau perusahaan tersebut menawarkan gaji tinggi, para pegawainya kelak akan mengundurkan diri. Jack Ma menambahkan, perusahaan yang memandang dengan memaksa pegawainya lembur terus-menerus akan mendapatkan keuntungan, itu merupakan perusahaan yang bodoh serta akan memicu kegagalan.